30 April 2021, 11:24 WIB

Badan POM Terbitkan Izin Darurat Vaksin Sinopharm


Atalya Puspa | Humaniora

Humas Badan POM
 Humas Badan POM
 Kepala Badan POM Penny K. Lukito 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah menerbitkan emergency use authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin merk Sinopharm. Kepala Badan POM Penny Lukito mengungkapkan bahwa Badan POM bersama sejumlah pihak terkait telah melakukan evaluasi keamanan, khasiat dan mutu terhadap vaksin tersebut.

"Hasil evaluasi terhadap data-data yang kami terima mutu, produksi atau data studi preklinis dan klinis pemberian vaksin Sinopharm 2 dosis dengan selang pemberian 21 sampai 28 hari menunjukan profil keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik dan efikasi serta respons untk meningkatkan imun yang baik," kata Penny dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, Jumat (30/4).

Baca juga: Jalan Hutan Tropis Indonesia Menuju Harapan Dunia

Penny menjabarkan, Sinopharm telah melakukan uji klinik fase 3 di Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lainnya yang melibatkan sebanyak 42 ribu orang. Adapun, dari situ didapatkan hasil bahwa vaksin Sinovarm memiliki efikasi sebesar 78%.

Selain itu, data-data menunjukan bahwa efek samping lokal yang sering dilaporkan saat uji klinis adalah nyeri otot, bengkak, kemerahan, sakit kepala, batuk, dan efek ringan lainnya.

"Tapi efek samping yang dilaporkan sangat kecil, yakni 0,01%. Sangat jarang. Sehingga dari aspek keamanan dapat dikatakan aman," ucapnya.

Adapun, rencananya vaksin Sinopharm akan didatangkan di Indonesia pada hari ini, Jumat (30/4). Nantinya, setelah vaksin tersebut tiba di Indonesia, Badan POM akan melakukan pengecekan load release selama 2 - 3 hari.

"Setelah itu, maka vaksin bisa siap digunakan dalam program vaksinasi," pungkas Penny. (H-3)

BERITA TERKAIT