29 April 2021, 19:44 WIB

PTS Dengan Jumlah Mahasiswa Di Bawah 1000 Orang Akan Dimerger


Syarief Oebaidillah | Humaniora

DOK Kemendikbud
 DOK Kemendikbud
Sesditjen Dikti Kemendikbud Ristek Paristiyanti Nurwardani

DIREKTORAT Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berencana menjalankan program merger atau penggabungan sekitar 1.600 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dalam program ini, PTS yang akan dimerger merupakan PTS yang jumlah mahasiswanya di bawah 1000 orang,

Hal itu diungkapkan Sesditjen Dikti Kemendikbud Ristek Paristiyanti Nurwardani, Kamis (29/4). Menurut Paris pihaknya akan bertanggung jawab jika PTS mau ikut dalam program merger. "Kami siapkan budget untuk fasilitasi merger mulai dari pertemuan hingga SK merger. Notaris pun dibiayai. Jadi tinggal melakukan apply ke Ditjen Dikti," ungkap Paris.

Lebih lanjut, Paris menjelaskan jumlah PTS di bawah Kemendikbud saat ini mencapai 3.021. Dari jumlah tersebut, hanya 19 PTS yang memiliki jumlah mahasiswa di atas 20 ribu. Sedangkan PTS yang memiliki mahasiswa antara 1.000 hingga 20 ribu orang berjumlah ratusan.

Yang memperihatinkan dari pantauan Dikti, lanjut Paris, terdapat sekitaar 2000 PTS yang mahasiswanya kurang dari 1000 orang. Bahkan terdapat 336 PTS tidak memiliki mahasiswa alias nol mahasiswa.

"Artinya apa, mereka hanya punya izin namun tidak punya mahasiswa. Tentu hal ini tidak dapat meningkatkan kualitas. Maka kami akan lakukan pendekatan dan pembinaan," jelas Paris.

Di sisi lain, Paris juga mengutarakan terdapat lima PTS yang memiliki izin diduga palsu. PTS tersebut berada di Provinsi Jawa Timur yang kemudian pindah ke Provinsi Banten.

"Izin operasional yang dipalsukan di antaranya SK Izin Perubahan nama dan lokasi. Lalu izin pembukaan program pendidikan (prodi) akuntansi untuk jenjang sarjana di PTS tersebut, " tukasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT