28 April 2021, 21:24 WIB

Lari Jarak Pendek dan Manfaatnya bagi Tubuh


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MI/Agus Mulyawan.
 MI/Agus Mulyawan.
Lari jarak pendek.

ADA beberapa jenis lari dalam cabang atletik, di antaranya lari jarak pendek. Lari jarak pendek merupakan berlari dalam jarak pendek dengan waktu singkat.

Pengertian lari jarak pendek atau sprint tergolong jenis olahraga yang dilakukan dengan mengandalkan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang garis lintasan dari start hingga finis. Pemenang perlombaan lari jarak pendek ditentukan berdasarkan catatan waktu yang paling singkat.

Baca juga: Olahraga dan Latihan Fisik untuk Kecilkan Perut

Lari jarak pendek diketahui menyuguhkan pertandingan yang dilakukan pada jarak sekira 100 hingga 150 meter saja. Lantaran jaraknya yang sangat dekat, pertandingan bisa diselesaikan hanya dalam hitungan detik.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica (2015), lari jarak pendek atau sprint adalah aktivitas olahraga lari cepat pada jarak 100 meter, 200 meter, 400 meter, 100 yard atau sekitar 91 meter, 220 yard atau sekitar 201 meter, dan 440 yard atau sekitar 402 meter. Penulis Suratmin dalam buku Kepelatihan Atletik Jalan dan Lari (2018) disebutkan jika seorang sprinter atau pelari cepat membutuhkan kemampuan yang optimal serta kecepatan yang maksimal dalam melakukan lari sprint, karena jarak yang ditempuhnya pendek.

Pada umumnya lari jarak pendek nomor 100 meter dilakukan pada track atau lintasan lari dalam stadion. Oleh karena itu, lari sprint nomor 200 meter serta 400 meter merupakan ajang balapan lari paling bergengsi di dunia.

Baca juga: Mengenal Permainan Sepak Bola Olahraga Terpopuler di Dunia

Salah satu keuntungan lari jarak pendek yaitu dapat dilakukan di mana saja tanpa memerlukan lintasan. Di sisi perlombaan, ternyata lari jarak pendek atau lari sprint memiliki banyak manfaat baik bagi tubuh, selain untuk membuat tubuh lebih sehat dan bugar.

Berikut enam manfaat dari melakukan aktivitas lari jarak pendek yang dilansir dari Klikdokter dan Healthline.com:

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Berdasarkan hasil studi dalam Journal of Strength and Conditioning Research, lari jarak pendek terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh pelari setelah melakukan lari sprint secara rutin selama dua minggu.

2. Mempertahankan massa otot

Lari jarak pendek dapat mempertahankan massa otot tanpa lemak yang bisa saja hilang karena pertambahan usia.

3. Meningkatkan kekuatan tubuh

Lari jarak pendek membutuhkan kecepatan maksimal. Karena itu, tubuh harus bekerja lebih keras lagi.

4. Menurunkan stres

Seperti bentuk olahraga lain, lari jarak pendek dapat memerangi stres. Saat berlari, tubuh bisa melepaskan endorfin yang memberi kenyamanan pada otak. Setelah tubuh bekerja keras melalui berlari, kadar hormon stres, seperti adrenalin dan kortisol, turun. Stres dan kecemasan pun menghilang. Endorfin cenderung bisa meningkat pada akhir sesi lari, memberi pelari perasaan percaya diri dan lega.

5. Mempercepat pertumbuhan

Manfaat lari jarak pendek selanjutnya yakni mampu meningkatkan produksi hormon pertumbuhan manusia (HGH) dalam tubuh secara alami. Hormon ini memegang peran penting dalam penurunan berat badan dan memperlambat proses penuaan dengan meningkatkan pertumbuhan jaringan dalam tubuh.

6. Meningkatkan kebugaran jantung

Lari jarak pendek atau sprint dapat meningkatkan denyut jantung maksimal sehingga memungkinkan bekerja lebih efisien. Berlari juga meningkatkan kebugaran kardiovaskuler yang membantu kita mengambil lebih banyak oksigen saat berolahraga serta meningkatkan kebugaran. (OL-14)

BERITA TERKAIT