23 April 2021, 17:53 WIB

Keterisian RS Rujukan Covid-19 Naik, Menkes Ingatkan Prokes


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

Antara
 Antara
Ilustrasi petugas medis membawa pasien dengan tempat tidur roda.

BED Occupancy Rate (BOR) rumah sakit sakit rujukan covid-19 di sejumlah daerah mulai naik. Masyarakat diminta terus disiplin protokol kesehatan untuk menekan penyebaran kasus covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai penambahan pasien covid-19 di sejumlah daerah masih bisa ditangani rumah sakit setempat.

"Kenaikan ini juga kita lihat sejak April di rumah sakit milik pemerintah. Di daerah Sumatera, sejak liburan Paskah ada kenaikan sedikit, tapi BOR-nya juga masih di bawah," jelas Budi dalam konferensi pers virtual, Jumat (23/4).

Baca juga: Menkes: Jangan Buru-Buru Longgarkan PPKM Mikro

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien covid-19 yang menjalani perawatan juga terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Barat. "Di Jakarta, beberapa rumah sakit mengalami kenaikan, tapi BOR-nya masih di bawah. Kita belum kekurangan tempat tidur rumah sakit. Di Jawa Barat, ada kenaikan sedikit kasus dan jumlah pasien di rumah sakit," imbuh Budi.

Dia berpendapat penambahan kasus covid-19 saat ini masih tergolong rendah. Namun, ini menjadi peringatan agar warga tidak lengah terhadap protokol kesehatan dan waspada dengan ancaman lonjakan kasus covid-19.

Baca juga: Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Garuda Setop Penerbangan ke India

"Bukan untuk membuat khawatir, tapi untuk membuat kita ingat dan waspada,” pungkasnya.

Hal lain yang perlu diantisipasi ialah agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19, seperti di India. Negara itu mengalami lonjakan kasus tinggi karena dua hal. Pertama, ada mutasi virus covid-19 baru, lalu kedua pelonggaran mobilitas warga yang terlalu cepat.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT