22 April 2021, 15:47 WIB

IDI Beri Sanksi pada Dokter Kevin Terkait Konten Tik Tok


 Ferdian Ananda Majni | Humaniora

TikTok dari akun @dr.kepinsamuelmpg
 TikTok dari akun @dr.kepinsamuelmpg
dr.Kevin Samuel Marpaung 

MAJELIS Kehormatan Etik Kedokteran Pusat Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) menjatuhkan sanksi kepada dokter muda Kevin Samuel Marpaung atas unggahan video "Pembukaan Persalinan" dalam aplikasi TikTok yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Ketua IDI Jaksel M Yadi Permana mengatakan bahwa IDI cabang Jakarta Selatan telah menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkuran sesuai dengan kategori pelanggaran, yakni kategori satu dan kategori dua yang terukur selama 6 bulan.

"Maka IDI cabang Jaksel telah menjatuhkan sanksi kepada yang bersangkutan sesuai dengan kategori pelanggaran sanksinya, yakni kategori satu dan kategori dua yang terukur selama 6 bulan," kata Ketua IDI Cabang Jakarta Selatan M Yadi dalam jumpa pers, Kamis (22/4).

Menurutnya, sidang etik kasus Kevin dilaksanakan selama tiga kali sejak 17, 18, dan 19 April secara tertutup. Oleh karena itu, seluruh keputusan tersebut telah sesuai dengan regulasi dan tata tertib organisasi kedokteran.

"Dalam hal ini yang melakukan investigasi dan persidangan adalah majelis kehormatan dan etika kedokteran IDI cabang Jakarta Selatan," ujarnya.

Senada disampaikan M Yadi, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Jakarta Selatan, Emil Dinar Markojo menyebut sanksi yang dijatuhkan kepada Kevin diberikan pada sidang tertutup sehingga tidak semua sanksi dapat disampaikan ke publik

"Misalnya untuk kembali mengikuti pendidikan etika di Perguruan Tinggi di mana beliau dikeluarkannya, salah satunya itu, dan ada macem-macem termasuk administrasi," terangnya.

Sementara itu, dokter Kevin mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengulangi tindakan tersebut. Bahkan, akun dan video miliknya yang kontroversi sudah dihapus.

"Secara pribadi saya memohon maaf sebesar-besarnya atas perbuatan yang saya lakukan. Saya harap kejadian ini tidak memudarkan semangat masyarakat untuk memeriksakan diri ke dokter," kata Kevin.

Dirinya mengaku tidak berpikir panjang ketika membuat video tersebut. Apalagi sampai viral dan mendapatkan kecaman dari sejumlah pihak.

"Saya sudah meminta maaf dan saya saat membuat video tersebut tidak berpikir panjang dan berhati-hati. Saya minta maaf atas video tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/4), beredarnya konten TikTok dari akun @dr.kepinsamuelmpg yang dianggap melecehkan perempuan, khususnya wanita hamil.

Dalam video berdurasi 15 detik itu, Kevin menunjukkan persiapan melakukan pemeriksaan vaginal touche atau memastikan pembukaan serviks atau leher rahim, apakah telah siap untuk proses melahirkan atau belum. (Fer/OL-09)

BERITA TERKAIT