21 April 2021, 10:23 WIB

Pasien Covid-19 Diminta Rehat Olahraga, Ini Alasannya


Basuki Eka Purnama | Humaniora

ANTARA/Fakhri Hermansyah
 ANTARA/Fakhri Hermansyah
Petugas medis (tengah) menggunakan APD bersama pasien covid-19 saat kegiatan senam pagi di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat.

PASIEN covid-19 tidak bergejala atau bergejala ringan, saat ini, tidak disarankan dulu berolahraga. Hal itu dikatakan dokter spesialis kedokteran olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Andhika Raspati.

Merujuk pada literatur dalam British Journal of Sport Medicine, melakukan latihan fisik, termasuk berolahraga, pada pasien covid-19
berpotensi menyebabkan cedera jantung termasuk miokarditis. Hal ini penting, karena berolahraga dengan miokarditis berhubungan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas.

"Menurut literatur, semakin banyak pakar kesehatan yang menganjurkan saat orang positif covid-19, meskipun dia tanpa gejala (OTG) atau gejala
ringan, rest dulu karena ada satu ancaman yaitu miokarditis," kata Andhika yang juga dokter KONI DKI Jaya itu dalam sebuah diskusi awam
secara daring, ditulis Rabu (21/4).

Baca juga: Ketua Satgas: Punya Dokumen Swab Negatif Belum Tentu Bebas Covid

Menurut dia, untuk tetap aktif, pasien bisa melakukan latihan peregangan atau pernapasan. Sebaliknya, pasien, untuk sementara waktu, diminta tidak perlu melakukan latihan kardio, jogging santai, berlari di atas treadmill walau dengan kecepatan lambat karena dikhawatirkan bila ada miokarditis maka akan semakin berat.

Setelah selesai masa isolasi mandiri selama sekitar dua pekan, pasien baru bisa perlahan melakukan latihan namun sebatas berjalan kaki selama 10 menit sebagai upaya test drive di pekan pertama.

Sembari bergerak, cobalah evaluasi apakah ada gejala seperti sesak napas, nyeri dada atau pusing. Bila gejala ini dialami, itu pertanda tubuh belum siap.

Sebaliknya, apabila tidak ada gejala, penyintas covid-19 bisa perlahan meningkatkan durasi latihan menjadi 10 menit, 15 menit, hingga 20 menit.

Tingkatkan kecepatakan perlahan, dari jalan pelan menjadi jogging santai dan diharapkan lambat laun latihan akan kembali seperti semula baik dari sisi durasi dan kecepatannya.

Miokarditis, menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Junior Doctor Network (JDN) Vito A Damay, merupakan bentuk peradangan pada otot jantung.

Saat otot mengalami peradangan, fungsi jantung untuk memompa darah menjadi terganggu.

Hanya saja, merujuk pada studi dalam jurnal the BMJ, angka kejadian miokarditis pada mereka yang tidak bergejala atau memiliki penyakit ringan hingga sedang belum diketahui.

Menurut Vito, olahraga pada pasien covid-19 dikhawatirkan memperberat kondisi sehingga rentan masuk ke penyakit lebih berat.

"Saat berolahraga takutnya memperberat kondisi yang berat (akibat sakit), sehingga rentan masuk ke penyakit lebih berat. Walau demikian kita masih belajar (mengenai olahraga pada pasien covid-19). Lakukan stretching ringan, jangan bedrest juga kalau Anda OTG," kata Vito. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT