19 April 2021, 23:16 WIB

Menyuling Rempah-Rempah Lokal untuk Menjadi Minyak Balur


Retno Hemawati | Humaniora

Dok Minyak Made Rempah
 Dok Minyak Made Rempah
Minyak balur.

MESKI tidak semua rempah merupakan asli tumbuhkan yang berasal dari Tanah Air, namun banyak yang bisa berkembang baik di iklim yang tropis seperti di Indonesia. Perkembangannya banyak digunakan untuk kebutuhan kuliner sebagai bumbu dapur juga untuk kesehatan.

Salah satu yang memanfaatkan rempah-rempah ini adalah produsen Minyak Made Rempah. Minyak ini menggunakan 86 ragam rempah dan bahan herbal yang terdiri dari daun, batang, bunga, akar, serta buah yang tumbuh di Indonesia. Beberapa bahan yang digunakan yang utama adalah mahkota dewa, juga terdapat bahan lain seperti minyak kayu putih, pekak, sambiloto, daun kelor, gandapura, gaharu, cabai jawa, jintan hitam, dan juga sereh. Caranya produksinya cukup sederhana, cukup dengan direndam selama kurun waktu tertentu kemudian disuling sehingga menghasilkan minyak esensial ini.

Emanuel Satria sang pemilik mengatakan produk ini dibuat dari rempah yang memiliki banyak manfaat, khasiatnya tidak berubah meski disimpan relatif lama. "Bahan yang digunakan memakai bahan alami dari tumbuh tumbuhan tanpa bahan kimia sedikit pun. Sehingga aman digunakan untuk semua kalangan usia," katanya.

Kehadiran minyak balur memang banyak ragam di masa kini, berbagai merek baru bermunculan, dan penjualan produk serupa mengalami kenaikan terlebih di masa pandemi. Orang membutuhkan pengobatan yang mudah didapatkan sebagai upaya sebelum berjumpa dengan ahli kesehatan atau sebagai pendamping upaya kesembuhan penyakit. Minyak balur ini memiliki keunggulan, pada saat dibubuhkan di tubuh yakni lebih cepat meresap ke dalam tubuh sehingga manfaatnya lebih cepat terasa.

Yang lebih menarik, minyak balur ini juga bisa digunakan sebagai aroma terapi di dalam ruangan dengan alat bantu difuser. "Aromanya produk ini sangat khas dan mampu memberikan efek kesembuhan khususnya untuk penyakit yang berhubungan dengan otak dan pikiran," tambah Satria.

Banyak pengguna yang telah memanfaatkan khasiat minyak balur ini untuk berbagai keperluan, diantaranya adalah membantu mengobati gangguan pencernaan, flu, gangguan saluran pernafasan, nyeri sendi, stres, ambeien, sakit gigi, dan beberapa penyakit degeneratif, seperti diabetes, kanker, dan stroke.

Salah seorang pengguna Mettha Tya melalui akun media sosialnya bahkan menyampaikan manfaat produk ini karena mampu mengatasi masalah ketombe dan pegal. "Di luar ekspektasi," tulisnya.

Meski demikian Satria menambahkan produk ini bukanlah satu-satunya cara untuk sembuh dari sebuah penyakit. "Setiap manusia memiliki energi dari dalam tubuh dan produk ini hadir untuk memaksimalkan peran alam, membangkitkan energi tersebut sehingga manusia bisa menyembuhkan diri sendiri.” (OL-12)

BERITA TERKAIT