19 April 2021, 08:15 WIB

Dua Pekan Badai Seroja, PLN Berhasil Bangun Menara Darurat di NTT


Insi Nantika Jelita | Humaniora

Antara
 Antara
Pemulihan jaringan listrik di Kupang, NTT.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membangun menara darurat (tower emergency) sebagai pengganti sementara dua menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 70 kilo Volt (kV) yang patah dan roboh akibat diterjang Badai Siklon Tropis Seroja pada Minggu (4/4).

Adapun, lokasi pembangunan menara itu berada di di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“PLN berhasil mendirikan satu unit tower emergency setinggi 61 meter atau sebanyak 21 kolom lebih cepat dari target diawal,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko dalam keterangannya, Minggu (18/4).

Jatmiko menjelaskan, pembangunan menara darurat awalnya ditarget rampung selama 1 bulan, namun dapat selesaikan dalam waktu 10 hari. Saat ini, PLN menyebut tengah melakukan tahapan pengujian pembebanan untuk memastikan keandalan dan keamanannya terhadap menara darurat itu.

Dengan beroperasinya menara darurat ini, maka sebanyak 169.480 pelanggan PLN di empat kabupaten di Pulau Timor dikatakan berpotensi menikmati kembali listrik. Adapun kabupaten tersebut meliputi kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu.

Jatmiko juga menyampaikan, pengoperasian menara darurat tersebut berkat sinergitas dari personel PLN, TNI dan juga masyarakat.

"Hal ini juga berkat dukungan dari 77 personel gabungan PLN Group, 30 personel TNI Korem 161 Wirasakti dan warga setempat bahu membahu membantu kami untuk pembersihan jalur transmisi," ucapnya.

Sementara itu, Letnan Arif Setyo Budi dari Batalyon Infanteri 743/PSY Brigif 21/Komodo Kodam IX/Udayana menyatakan sinergitas tersebut merupakan komitmen TNI dalam mengamankan objek vital negara.

"Kami bersama masyarakat dalam mendirikan penggantian nenara darurat sehingga dapat normal kembali dan progress yang sudah direncanakan oleh PLN juga berjalan dengan lancar," tutur Arif.

Saat ini, pihak PLN mengaku terus berupaya memulihkan jaringan kelistrikan yang terdampak badai siklon seroja di NTT. Tercatat hingga Minggu (18/4) pukul 12.00 Wita di seluruh NTT, PLN berhasil memulihkan 2.442 gardu yang terdampak, sehingga sebanyak 395.634 pelanggan dapat menikmati listrik kembali. (H-2)

BERITA TERKAIT