18 April 2021, 21:54 WIB

Kasus Paul Zhang, Wamenag Minta Umat Islam Untuk Menahan Diri


Widhoroso | Humaniora

DOK Kemenag
 DOK Kemenag
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi 

UMAT Islam diminta untuk menahan diri terkait penistaan agama yang dilakukan Jozeph Paul Zhang. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi, Minggu (18/4).

"Kami mengimbau kepada umat Islam agar dapat menahan diri, tetap khusyuk dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadan, dan tidak terpancing dengan melakukan tindakan balasan yang dapat menimbulkan suasana semakin panas dan menjurus kepada konflik yang bernuansa SARA," jelas Wamenag.

"Mari kita jaga puasa Ramadan ini dengan khusyu' agar terpelihara dari hawa nafsu yang dapat merusak dan mengurangi pahala ibadah puasa kita," imbuhnya.

Lebih jauh, Sa'adi mengimbau semua umat beragama untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan sesama anak bangsa, dengan saling bertoleransi, menghormati dan menghargai keyakinan umat agama lain, agar kerukunan hidup umat beragama di Indonesia dapat terus kita pelihara.
 
"Saya sangat menyesalkan tindakan Jozeph Paul Zhang yang dengan sengaja menebarkan rasa kebencian dan permusuhan kepada umat Islam. Apa yang diucapkan sangat melukai perasaan umat Islam dan dapat menimbulkan situasi yang mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia. Saya mendukung penuh tindakan kepolisian untuk melakukan langkah-langkah hukum agar masalah ini dapat segera ditangani dengan baik dan tidak melebar kemana-mana," tegasnya.

Saat ini, Polri sedang mendalami kasus ini. Kabareskrim Mabes Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan berdasarkan data perlintasan imigrasi, Paul Zhang telah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018. Namun hal itu tidak menghalangi pihaknya untuk melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penistaan agama tersebut.

"Kami berkoordinasi dengan Imigrasi dengan baik. Jozeph Paul Zhang meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018 dan tercatat belum kembali," kata Agus. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT