18 April 2021, 14:35 WIB

Malaria Tewaskan Seorang Anak di Sumba Barat Daya


Palce Amalo | Humaniora

ANTARA/Indrayadi TH
 ANTARA/Indrayadi TH
Petugas menyemprotkan cairan Fendona untuk mencegah malaria ke dinding rumah warga, Arsopura, Skanto, Keerom, Papua, Selasa (10/11/2020)

PENYAKIT Malaria menelan satu korban jiwa di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban seorang anak laki-laki berusia enam tahun asal Kampung Galu Kawongo, Desa Limbu Kembe, Kecamatan Kodi Utara. Anak tersebut akibat terserang Plasmodium falciparum (Pf) dan Plasmodium vivax (Pv) atau malaria mix.

Kepala Bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P), Dinas Kesehatan NTT, Erlina Salmun membenarkan meninggalnya pasien malaria tersebut. 

"Untuk di tingkat provinsi, kami sudah tekankan tidak boleh lagi ada korban (malaria), bagaimana pengelola malaria di Sumba Barat 
Daya kerjasama dengan lintas sektor menjaga kebersihan lingkungan dan genangan air," kata dia saat dihubungi Minggu (18/4).

Baca juga: Pengendalian Pandemi Bisa Maksimal dengan Dukungan Masyarakat

Erlina mempertanyakan kegiatan penyelidikan epidemologi yang dilakukan pengelola malaria di daerah itu. Banyak persoalan yang menjadikan empat kabupaten di Pulau Sumba sampai saat ini masih menjadi daerah merah penyebaran malaria di NTT. Di antaranya, kandang ternak tidak disatukan dengan rumah warga. Jika kandang ternak ditempatkan di bawah rumah panggung, setelah menggigit ternak, nyamuk akan menggigit manusia.

Sementara itu, laporan yang diterima dari Dinas Kesehatan NTT menyebutkan korban meninggal pada 24 Maret 2021 pukul 23.30 Wita, namun baru dilaporkan kepada dinas kesehatan provinsi.

Sebelum meninggal, korban dilarikan ke Puskesmas Kori di Kodi Utara pada pukul 17.00 Wita, dengan keluhan demam dengan suhu tubuh 40 derajat celcius, muntah, kejang, dan penurunan kesadaran. Setelah diketahu positif malaria mix Pf dan Ff, ia langsung dirujuk Rumah Sakit Karitas di Weetabula, ibu kota Sumba Barat Daya namun nyawanya tidak tertolong.

Pasca meninggalnya korban, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang yang hasilnya 18 orang negatif malaria dan dua orang positif malaria sudah menjalani perawatan di puskemas setempat. (H-3)

BERITA TERKAIT