16 April 2021, 23:35 WIB

BaNTTu Flobamora Konser Virtual Diaspora Katolik Sedunia


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok Caritas
 Dok Caritas
Poster konser baNNTu Flobamoraā€¯ Dari Kita Untuk Kita.

Pastor Leonardus Mali, Pr, dari Keuskupan Agung Kupang yang tengah melanjutkan pendidikan di kota abadi Roma, Italia, terhenyak ketika mendengar bahwa tanah leluhurnya porak-poranda dan tenggelam akibat bencana Sikon Seroja yang menghantam NTT sejak 2 April sampai 5 April 2021. Hatinya menangis. Namun, pastor bersosok tinggi ini tidak tinggal diam meratapi. Dia bekerja tak henti menghubungi banyak pihak mencari berita langsung dari kawan-kawan di NTT untuk disebarluaskan terutama dalam grup Jaringan KKI Diaspora Sedunia di mana dia menjadi pelopor.
 
Percaya bahwa dalam kesedihan dan penderitaan, selalu ada harapan. Menanggapi Pastor Leo, dari berbagai pelosok bangsa di dunia, para diaspora Indonesia dengan bahu-membahu tampil ke depan mengambil aksi peduli dan kasih untuk NTT dalam bentuk Charity Live-streaming Concert  “baNNTu Flobamora” Dari Kita Untuk Kita, yang akan ditayangkan oleh HidupTV pada Minggu (18/4) pukul 19.00 WIB.

Konser virtual ini diselenggarakan berkat kerjasama antara HidupTV, HOPE dan Caritas Indonesia. Dengan partisipasi oleh Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan, Laurentius Amrih Jinangkung dan Duta Besar RI untuk Meksiko merangkap Guatemala-El Salvador-Belize, Cheppy Triprakoso Wartono, serta Puteri Indonesia Lingkungan 2020, Putu Ayu Saraswati.
 
Memantau apa yang telah terjadi, Pastor Leo, begitu biasa dipanggil, menjelaskan, “Bencana NTT adalah dampak nyata dari pemanasan global akibat perubahan iklim dampak dari kejahatan ekologi yang dilakukan di seluruh dunia. Terutama di belahan dunia yang dipastikan sebagai penyumbang terbesar dari emisi karbon yang berpengaruh terhadap pemanasan global. Bencana ini sekali lagi mengingatkan sebuah saling ketergantungan global. Bahwa kita hidup dalam "sebuah perahu yang sama".

Ia mengatakan lebih lanjut, “Yang menyedihkan adalah NTT yang menanggung akibat dari bencana ini, bukanlah sebuah wilayah yang menjadi penyumbang siknifikan emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global. Ketergantungan global ini juga mengajarkan kita untuk saling peduli. Peduli antara sesama dan peduli pada alam sebagai Gambaran Sang Pencipta.”
 
Dan tentang konser yang akan dilangsungkan hari Minggu besok, Pastor Leo yang merupakan Pelopor dari Jaringan KKI Diaspora Sedunia, mengomentari, “Konser yang menggalang kepedulian ini dilakukan dengan dedikasi yang penuh dari mereka yang telah memberi dari apa yang dimiliki, waktu,tenaga, pikiran, bakat, bahkan pengorban materil. Dan semua yang terlibat di dalamnya melakukan itu secara sukarela.”
 
Ine Patah, dari HOPE yang berdiam di Negara Kincir Angin Belanda, menanggapi kesedihan Pastor Leo dengan sebuah ide untuk menggelar konser virtual dengan maksud menggalang dana untuk NTT.

Konser virtual ini akan melihat partisipasi oleh para suster, romo, bruder, frater, serta awam diaspora Katolik dan dari berbagai agama, dan dengan partisipasi oleh Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan, Bpk Laurentius Amrih Jinangkung dan Duta Besar RI untuk Meksiko merangkap Guatemala-El Salvador-Belize, Bpk Cheppy Triprakoso Wartono, serta Puteri Indonesia Lingkungan 2020, Ms. Putu Ayu Saraswati. Semua dengan semangat dan harapan ingin menggerakkan hati setiap orang untuk berbagi kasih bagi saudara-saudari yang tertimpa bencana di NTT. (RO/OL-12)

BERITA TERKAIT