15 April 2021, 05:29 WIB

Presiden: Penanganan Kesehatan & Pemulihan Ekonomi Harus Seimbang


Andhika Prasetyo | Humaniora

Instagram @jokowi
 Instagram @jokowi
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo berpesan kepada seluruh kepala daerah terpilih dari ajang Pilkada 2020 untuk terus fokus pada upaya penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Dua hal tersebut harus berjalan secara beriringan dan seimbang agar krisis akibat pandemi betul-betul bisa diatasi.

"Kesehatan dan ekonomi harus terkelola dengan baik. Gas dan remnya harus dilakukan secara tepat. Jangan sampai terlalu mendahulukan ekonomi, kemudian tidak memperhatikan penyebaran covid-19. Akhirnya, jumlah kasus naik dan ekonomi malah semakin tertekan," jelas Jokowi saat memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Rabu (14/4) malam.

Baca juga: PPKM Diklaim Efektif, Penanganan Pandemi Terus Membaik

Ia pun menginstruksikan kepada seluruh pemimpin di wilayah dengan kasus aktif tinggi untuk menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Kebijakan tersebut, menurut Jokowi, terbukti bisa menekan jumlah penyebaran virus secara signifikan.

"Kita ingat di Januari lalu kasus aktif harian kita mencapai 14 ribu per hari. Sekarang, sudah dua minggu, angka kasus aktif harian bisa ditekan sampai enam ribu," tuturnya.

Kepala negara juga meminta gubernur, bupati, dan wali kota untuk terus memantau perkembangan penanganan medis. Ketersediaan tempat tidur, obat-obatan dan tenaga kesehatan harus selalu diawasi secara detail sehingga proses pengobatan pasien dapat berjalan maksimal.

Kemudian, yang tidak kalah penting, protokol kesehatan harus terus dijalankan di tengah masyarakat.

"Yang terakhir, dukung penuh program vaksinasi. Kalau PPKM mikro berjalan, protokol kesehatan dilakukan secara ketat, kemudian vaksinasi berjalan baik, kita harapkan pemulihan kesehatan bisa segera tercapai," ucapnya.

Jokowi menargetkan, Juli mendatang, sebanyak 70 juta penduduk sudah tervaksinasi.

Dari sisi ekonomi, presiden mendorong seluruh kepala daerah memaksimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperbanyak program padat karya seperti membangun jalan, irigasi atau sekolah

Upaya tersebut, menurut Jokowi, akan membantu menggerakan ekonomi daerah dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Selain itu, bantuan sosial juga harus segera dieksekusi secara cepat dan tepat sasaran.

"Hati-hati dengan ini karena APBD itu bisa men-triger pertumbuhan ekonomi di daerah Bapak Ibu semua. Karena bapak ibu dan saudara adalah pemimpin baik di provinsi, di kabupaten dan di kota. Bapak dan Ibu harus berani menentukan ini," tandasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT