13 April 2021, 12:39 WIB

KSP Pastikan Transisi Pengelolaan TMII Berjalan Transparan


Nur Azizah | Humaniora

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
Petugas menyelesaikan pemasangan baliho bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan pintu gerbang TMII.

KEPALA Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan transisi pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berjalan transparan. Ia pun meminta manajemen TMII mulai menyiapkan diri seiring dimulainya masa transisi tersebut.

"Semua harus berjalan secara transparan, sehingga tidak ada persoalan," ujar Moeldoko dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (13/4).

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 2021 tentang Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah, pemerintah menyiapkan tiga bulan untuk transisi.

Baca juga: Ketika Gaya Hidup Sehat Menjadi Kebutuhan

Selain itu, teknis pengelolaan TMII juga akan melibatkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pemerintah, kata Moeldoko, juga telah menyiapkan BUMN Pariwisata untuk mengelola TMII. Beberapa rencana pun telah dipersiapkan.

Mulai dari peningkatan fungsi anjungan-anjungan daerah yang akan dijadikan tempat berkumpulnya inovator sosial, budaya, dan teknologi. Hingga membuka ruang bersama bagi para penggemar teknologi untuk membawa Indonesia menuju Industri 4.0.

Tidak hanya itu, mantan Panglima TNI ini juga mengatakan, TMII bisa jadi tempat kajian, riset hingga pengembangan peradaban suku-suku budaya Indonesia. Dengan begitu, pengunjung yang datang bisa membayangkan luasnya Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama.

"Maka tidak lagi ada berbicara perbedaan suku, budaya, agama, tapi bicara persatuan dan kesatuan," ujar Moeldoko.

Moeldoko berharap TMII bisa memberikan kontribusi yang lebih besar ke negara. Tempat wisata yang memiliki luas 146,7 hektare itu tidak sekadar untuk kepentingan aspek sosial dan budaya tapi juga memiliki potensi ekonomi.

"TMII bisa dikembangkan jadi sebuah kekuatan dalam berikan kontribusi yang lebih ke Negara," tutur dia. (OL-1)

BERITA TERKAIT