12 April 2021, 17:35 WIB

Kunjungan ke RS Berkurang, Keuangan BPJS Kesehatan Membaik


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora

Antara
 Antara
Ilustrasi petugas saat mengambil dokumen milik peserta BPJS Kesehatan yang disterilisasi.

BPJS Kesehatan mencatatkan arus kas (cash flow) surplus sebesar Rp18,7 trilliun pada 2020. Capaian positif kinerja keuangan ini dipengaruhi penurunan peserta BPJS Kesehatan ke rumah sakit, lantaran khawatir terpapar covid-19.

"Saat pandemi covid-19, dari sisi BPJS itu cash flow-nya naik. Karena tidak semua orang datang ke rumah sakit dan datang pun kalau perlu," tutur Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam audiensi dengan Media Grup, Senin (12/4). 

Hal ini tentunya menjadi langkah baik bagi BPJS Kesehatan untuk menggencarkan kampanye telemedicine. Selain meningkatkan kesehatan masyarakat saat pandemi covid-19, juga dapat memperbaiki arus cash flow perusahaan.

Baca juga: BPJS Kesehatan Gandeng KPK Wujudkan JKN Bersih dari Korupsi

Meski mencatatkan surplus, keuangan BPJS Kesehatan belum masuk dalam kategori aman. Sebab, berdasarkan PP Nomor 84 Tahun 2015, kondisi keuangan BPJS Kesehatan baru dikatakan aman jika aset yang dimiliki mencukupi estimasi pembayaran klaim satu setengah bulan ke depan, yakni Rp13,93 triliun. 

Saat ini, total aset neto BPJS Kesehatan tercatat minus Rp6,36 triliun. Lebih lanjut, Ali menekankan BPJS Kesehatan tidak menanggung klaim kasus covid-19, karena tergolong pandemi global. Sehingga, kasus covid-19 ditanggung langsung oleh negara.

Kendati demikian, BPJS Kesehatan tetap berkontribusi dalam penanganan kasus covid-19. "BPJS hanya membantu verifikasi klaim covid-19 sesuai dengan ketentuan. Kedua, penyediaan data peserta penerima vaksinasi covid-19 sesuai ketentuan," jelas Ali.(OL-11)

 

 

 


BERITA TERKAIT