02 April 2021, 20:15 WIB

Presiden Dorong Kewirausahaan Melalui Strategi Dakwah


Andhika prasetyo | Humaniora

ANTARA FOTO/Andika Wahyu
 ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah. Melalui model dakwah tersebut, para pebisnis muda dari salah satu organisasi Islam terbesar itu melakukan sinergi dan inkubasi bisnis untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru.

"Ada gerakan pengusaha berkemajuan yang menyinergikan semua pengusaha muda Muhammadiyah. Inkubasi bisnis dilakukan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru," ujar Jokowi saat membuka Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah secara virtual, Jumat (2/4).

Langkah tersebut, lanjut presiden, merupakan terobosan strategis yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Dengan munculnya pengusaha-pengusaha baru, otomatis lapangan kerja baru juga akan banyak tercipta.

Artinya, penduduk usia kerja baru akan lebih mudah memperoleh pekerjaan di masa mendatang. "Berdasarkan data yang ada, setiap tahun, terdapat 2,9 juta anak muda yang baru masuk ke pasar kerja. Di sinilah peran penting para wirausaha muda untuk menciptakan lapangan kerja baru," ucap mantan wali kota Solo itu.

Baca juga: Aa Umbara Masih Jalani Perawatan di RS Advent

Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendukung bertumbuhnya wirausaha-wirausaha baru dengan melakukan reformasi ekosistem usaha secara besar-besaran. Regulasi yang menjadi penghambat pengembangan UMKM juga terus dipangkas, sementara akses permodalan terus diperluas.

"Pendidikan dan pelatihan vokasional juga kita tata agar lebih adaptif dengan kebutuhan dunia industri. Redistribusi aset dan reforma agraria juga terus kita lakukan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi," imbuh Jokowi.

Melalui Tanwir ke-1 Pemuda Muhammadiyah ini, Kepala Negara berharap agar kepengurusan Pemuda Muhammadiyah dapat terus mendorong budaya kewirausahaan dan berkolaborasi dengan kalangan generasi muda sebagai strategi dakwah kultural Pemuda Muhammadiyah dalam menebarkan nilai-nilai saling membantu di semua lini kehidupan kebangsaan.

"Nilai-nilai toleransi, persatuan dalam keberagaman, Islam wasathiyahharus tetap menjadi basis utama dari gerakan dakwah ekonomi ini. Saya berharap Pemuda Muhammadiyah berada pada garis terdepan dalam menjaga dan memperkokoh toleransi dan persatuan dalam keberagaman sesuai dengan ideologi kita Pancasila," tandasnya.

Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah bertema 'Dakwah Kolaboratif Memajukan Bangsa' digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara, secara terbatas. Tanwir tersebut merupakan perhelatan strategis Pemuda Muhammadiyah di bawah muktamar atau merupakan forum musyawarah tertinggi kedua di organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah.(OL-4)

BERITA TERKAIT