28 March 2021, 10:40 WIB

Lebih Baik Olahraga Berjalan atau Berlari?


Mediaindonesia.com | Humaniora

Antara/Inasgoc/Zabur Karuru.
 Antara/Inasgoc/Zabur Karuru.
Ilustrasi.

KITA semua tahu bahwa olahraga teratur menawarkan banyak manfaat fisik dan kognitif. Baru-baru ini kita mengetahui bahwa jalan kaki mungkin salah satu olahraga terbaik untuk kesehatan. Tapi bagaimana dengan lari? Apakah manfaatnya lebih baik daripada berjalan?

Banyak penelitian telah mempelajari manfaat berjalan kaki. Ada bukti kuat bahwa berjalan kaki baik untuk kesehatan mental, terutama untuk melawan gejala depresi. Suatu studi pada 2019 di Environment International menemukan bahwa tinggal di dekat air tampaknya lebih baik untuk kesehatan. Itu karena orang-orang di daerah pesisir lebih cenderung aktif secara fisik, terutama berjalan kaki.

Melakukan langkah dapat meningkatkan harapan hidup, terutama jalan cepat. Penelitian telah menunjukkan bahwa segala aktivitas fisik itu baik meskipun tidak menurunkan berat badan.

Tidak ada yang berlebihan dalam hal berjalan kaki dan kesehatan. "Tetapi sekitar 7.000–8.000 langkah per hari merupakan target minimum yang baik bagi kebanyakan orang," jelas Duck-chul Lee, seorang profesor kinesiologi di Iowa State University, dikutip dari discovermagazine.com. Tapi haruskah berjalan atau lari untuk mencapai target langkah itu?

"Berlari lebih hemat waktu daripada berjalan. Ini penting karena kurangnya waktu menjadi penghalang utama untuk berolahraga," kata Lee. "Pedoman aktivitas fisik Amerika Serikat secara umum menyarankan bahwa satu menit latihan aerobik intensitas tinggi seperti lari memberikan manfaat kesehatan yang serupa dengan dua menit latihan aerobik intensitas sedang seperti berjalan."

Bahkan jogging lambat juga terhitung bermanfaat. Ini berarti meningkatkan kecepatan sedikit saja dapat menggandakan manfaat kesehatan. Para peneliti memperkirakan bahwa pelari memiliki risiko 30%-45% lebih rendah dari semua penyebab kematian. Mereka pun hidup rata-rata tiga tahun lebih lama daripada bukan pelari. Berlari tampaknya memiliki dampak kesehatan yang sangat nyata dalam hal penyakit kardiovaskular dan kanker.

Sekitar 45%-70% pelari lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena penyakit kardiovaskular dan 30%-50% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal karena kanker. Pelari juga cenderung tidak merokok atau kelebihan berat badan.

Jadi lari lebih baik daripada tidak sama sekali, tetapi lebih banyak berlari tidak selalu menghasilkan lebih banyak manfaat kesehatan. "Masih kontroversial jika ada batas atas lari. Soalnya, lebih banyak berlari mungkin tidak memberikan manfaat kesehatan lebih lanjut, terutama pada jantung," jelas Lee.

Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor risiko kematian global terpenting keempat. Tim Lee telah menemukan bahwa lari lima menit sehari pun bermanfaat bagi kesehatan dan mengurangi risiko kematian dini akibat serangan jantung atau stroke. Hal ini terutama patut diperhatikan ketika mempertimbangkan hal-hal seperti biaya dan akses ke peralatan jika dibandingkan dengan olahraga lain.

"Ini merupakan salah satu jenis aktivitas fisik yang paling nyaman dan populer yang dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, untuk kebanyakan individu," kata Lee. Tentu saja, lari bukan untuk semua orang. Lee mengatakan bahwa meskipun berlari bisa baik untuk menurunkan berat badan, penting bagi orang yang tidak aktif dengan obesitas untuk memulai dengan berjalan kaki. (OL-14)

BERITA TERKAIT