21 March 2021, 17:20 WIB

Generasi Z Apresiasi Jokowi Soal Penanganan Covid-19


Cahya Mulyana | Humaniora

Dok. Istana Kepresidenan
 Dok. Istana Kepresidenan
Presiden Jokowi saat menghadiri program vaksinasi covid-19 di Yogyakarta.

PENANGGULANGAN pandemi covid-19 menjadi perhatian serius generasi Z atau warga yang lahir periode 1996-2012. Mereka berharap pemerintah segera menyelesaikan upaya vaksinasi dan pembatasan di zona merah.

Hal ini terungkap dalam survei Indikator Politik Indonesia pada 4-10 Maret 2021, dengan jumlah responden 1.200 orang. Adapun margin of error sebesar 2,9 dan tingkat kepercayaan 95%.

"Mayoritas sangat atau cukup percaya (55,4%) terhadap Presiden Joko Widodo. Bisa bekerja secara baik dalam mengatasi covid-19," jelas Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, Minggu (21/3).

Baca juga: 15 Bulan, Vaksinasi Mulai Januari 2021 hingga Maret 2022

Pemaparan survei secara virtual juga dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, serta Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Rahayu Saraswati.

Menurutnya, kebanyakan generasi Z sangat atau cukup percaya (42,9%) bahwa Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bisa bekerja secara baik dalam mengatasi covid-19. Pendapat ini relatif berimbang dengan opini publik pada Februari lalu.

"Mayoritas responden (73,2%), sangat atau cukup bersedia melakukan vaksinasi covid-19. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kebersediaan publik secara umum. Namun, masih ada sekitar 21,5% anak muda yang tidak bersedia," imbuh Burhanuddin.

Baca juga: Tak Ada Kandungan Babi, Vaksin AstraZeneca Dinilai Halal

Kebanyakan generasi Z atau 73,7% percaya bahwa vaksin dapat mencegah penularan covid-19. Dibandingkan opini publik pada survei Februari lalu, kepercayaan terkait vaksin lebih tinggi pada anak muda.

"Kesediaan untuk divaksin dan kepercayaan pada efek vaksin merata di hampir semua kelompok, umumnya bersedia. Akan tetapi, berdasar etnis, kesediaan dan kepercayaan, terendah pada etnis Minang," paparnya.

Adapun mayoritas anak muda (61,3%) menilai soal kebijakan pembatasan ketat di wilayah zona merah. "Sekitar 14,1% berpendapat penutupan total secara nasional dan 19,6% menilai tidak perlu ada penutupan total," tutup dia.(OL-11)
 

 

 

BERITA TERKAIT