19 March 2021, 13:14 WIB

Masyarakat Sipil Dukung SKB Seragam Sekolah


mediaindonesia.com | Humaniora

ANTARA/Irwansyah Putra
 ANTARA/Irwansyah Putra
Pelajar SD Negeri 42 memakai seragam pramuka dan pakaian olahraga dilengkapi atribut kerudung (jilbab) di Banda Aceh, Aceh.

MASYARAKAT sipil mendukung Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri soal seragam sekolah.  

SKB tiga menteri itu intinya mengatur peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan berhak memilih seragam dan atribut tanpa kekhususan agama atau seragam dan atribut dengan kekhususan agama.

Pemda dan sekolah tidak boleh mewajibkan atau melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama.

Baca juga: Wapres: Infak dan Sedekah Turut Pulihkan Ekonomi Saat Pandemi

Tercatat hampir seribu organisasi masyarakat sipil dan individu mendukung SKB tersebut. Mereka juga menyampaikan dukungan tersebut melalui webinar yang dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (19/3).

Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia mengatakan dukungan terhadap SKB tiga menteri ini merupakan satu gerakan.

“Dukungan ini harus menjadi gerakan karena SKb tiga menteri  menjunjung hak dan kebebasan sipil,” ungkapnya

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Pendeta Jacky Manuputty menyambut baik dan mendukung SKB tersebut.

“SKB ini merupakan tindakan politik dan keberanian politik pemerintah dalam menegakkan toleransi dan karenanya harus kita dukung,” katanya.

Mendikbud Nadiem Makarim dan Menag Yaqut Cholil Qoumas berterima kasih atas dukungan masyarakat sipil terhadap SKB tiga menteri soal seragam sekolah ini.

Nadiem dan Yaqut berharap dukungan ini betul-betul menjadi satu gerakan demi mewujudkan toleransi di Indonesia. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT