09 March 2021, 23:21 WIB

Perempuan Didorong Aktif Berkarier di Bidang Sains dan Teknik


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

Dok.. Virtual
 Dok.. Virtual
Bincang virtual mengenai karier di bidang sains dan teknik

PANDEMI Covid-19 yang menerpa penduduk dunia dan terus melajunya proses adopsi teknologi oleh perusahaan telah mengakselerasi kehadiran pekerjaan masa depan. Dalam The Future of Jobs Report 2020, World Economic Forum memprediksi 85 juta pekerjaan akan digantikan oleh teknologi automasi pada 2025. 

Situasi itu juga memunculkan peluang hadirnya 97 juta peran baru yang meliputi sejumlah klaster pekerjaan, seperti cloud computing, data & artificial intelligence (AI), engineering, product development, dan lainnya. 

Dampak yang lebih dalam akan dirasakan oleh kaum perempuan mengingat proporsi mereka saat ini dalam klaster tersebut masih lebih rendah dibandingkan laki-laki, yaitu 12% untuk cloud computing, 15% untuk engineering, 26% untuk data & AI, dan 35% untuk product development.

Country Leader of Communications and Public Affairs PT Johnson & Johnson Indonesia Devy Yheanne mengungkapkan, riset tersebut mengindikasikan tren permintaan tenaga kerja di bidang STEM2D (science, technology, engineering, math, manufacturing, dan design) akan terus meningkat. 

Johnson & Johnson, kata Devy telah mengambil langkah inovatif dengan mengimplementasikan inisiatif WiSTEM2D (Women in Science, Technology, Engineering, Math, Manufacturing, and Design) secara global sejak  2015. 

"Melalui program ini, kami berkomitmen untuk memberdayakan perempuan muda di enam bidang tersebut sehingga mereka dapat meningkatkan representasi perempuan di bidang sains dan teknik serta memiliki kesempatan tak terbatas untuk terlibat dalam mewujudkan perubahan positif di masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis.

Saat ini, Indonesia juga tengah dihadapkan dengan kondisi ketenagakerjaan yang cukup sulit sebagai imbas dari tekanan pandemi Covid-19 terhadap perekonomian. Pada Agustus 2020, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 9,77 juta orang atau meningkat 37,61% dari tahun lalu. 

Baca juga : Sepanjang Pandemi Musisi Rindu Kemeriahan Panggung

Angka pengangguran ini masih didominasi oleh lulusan SMK sejak tiga tahun terakhir dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 13,55%. Walau sempat turun pada 2019, angka ini kembali melonjak dengan persentase yang paling besar dibanding angkatan kerja lulusan lainnya. 

Kondisi itu semakin menegaskan komitmen Johnson & Johnson Indonesia untuk membantu generasi muda, khususnya siswi SMK, dalam memilih jalur pekerjaan masa depan yang tepat serta memasuki pasar kerja yang kompetitif dan dinamis. Salah satunya lewat kolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia

Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner mengatakan, semakin banyaknya generasi muda yang akan memasuki dunia kerja dan faktor kesenjangan keterampilan akan menghadapkan Indonesia pada permasalahan pengangguran muda selama beberapa tahun ke depan. 

Melalui kolaborasi itu, para pelajar SMK mendapat manfaat dari pengetahuan dan pengalaman riil seputar dunia kerja yang dibagikan oleh para relawan. Kesempatan ini memberikan aspirasi baru  untuk mulai membangun keterampilan baru yang dibutuhkan pemberi kerja dan membangun karier di bidang STEM2D yang sukses di masa depan. 

"Kami sangat antusias untuk berkolaborasi kembali dengan Johnson & Johnson Indonesia yang komitmennya sejalan dengan misi kami dan Junior Achievement secara global dalam mempersiapkan generasi muda untuk berhasil dalam pekerjaan masa depan.”, ujar Robert.

Kolaborasi itu dimulai dengan perayaan Hari Perempuan Internasional yang dihadiri lebih dari 125 siswi SMK dari 10 kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Bojonegoro, Yogyakarta, Batam, Bengkulu dan Denpasar) 

Program bertajuk “Women Career Class: Fresh Graduates Starter Pack to Enter the World of Work” itu digelar melalui bincang inspiratif bersama dua karyawan perempuan Johnson & Johnson Indonesia agar para peserta memperoleh wawasan bagaimana merancang jalur karir di bidang STEM2D serta memahami besarnya peluang dan kebutuhan akan partisipasi perempuan di dunia kerja. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT