20 February 2021, 16:00 WIB

Tips Meningkatkan Kualitas Tidur


Humaniora | Humaniora

Ilustrasi
 Ilustrasi
Tidur yang berkualitas dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik. 

Pada masa pandemi covid-19 ini, menjaga kesehatan tubuh merupakan hal penting yang harus selalu diupayakan. Menjaga kesehatan tubuh bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, minum air mineral yang cukup, olahraga teratur, dan menjaga pola tidur berkualitas.

Tidur berkualitas dalam durasi yang cukup akan membantu sistem imun tubuh. Menurut Kementerian Kesehatan, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam setiap hari. Sementara orang lanjut usia yakni 60 tahun ke atas kebutuhannya 7 jam per hari. Anak-anak dan remaja membutuhkan waktu lebih banyak tidur.

Baca juga: Kanker Prostat, Kapan Waktu Tepat untuk Deteksi Dini?

Kurangnya kualitas tidur akan berdampak negatif pada suasana hati, konsentrasi, serta memicu permasalahan berat badan berlebih, diabetes, dan gangguan jantung. Berdasarkan penelitian dalam European Heart Journal, durasi tidur tidur terlalu pendek (kurang dari lima jam per hari) atau terlalu panjang (lebih dari sembilan jam) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner atau stroke.

Tidur yang berkualitas secara langsung dapat meningkatkan kesehatan mental dan fisik. Praktisi kesehatan dr Budiman mengatakan, makan sehat dan olahraga harus diimbangi dengan tidur yang berkualitas. "Misalnya sudah makan bergizi dan olahraga teratur, tapi ternyata suka bergadang dan tidurnya tidak berkualitas. Maka ya itu jadinya sama saja kesehatan tidak terjaga. Semuanya harus seimbang, mulai dari makan, olahraga, sampai pola tidur,” ujarnya.

Ia menambahkan, faktor internal seperti stres dan konsumsi makanan/minuman tertentu, serta faktor eksternal seperti lingkungan tempat beristirahat dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang.

"Hindari konsumsi kopi, rokok, dan alkohol, terutama dua jam sebelum tidur. Sebaiknya tidak berolahraga mendekati jam tidur, karena tubuh belum rileks sehingga kita akan sulit tidur," pungkas Budiman.

Menciptakan suasana kamar tidur yang nyaman bisa turut memperbaiki kualitas tidur, salah satunya dengan mematikan lampu saat tidur. "Otak akan terus bekerja jika terpapar cahaya. Ketika gelap, otak mengirim sinyal pada tubuh untuk beristirahat," Lanjutnya.

Terpisah, Garry Marcho Mokodongan Direktur Utama Vablo berpendapat memilih bantal yang tepat menjadi hal penting untuk memastikan kualitas tidur. "Bantal yang teksturnya terlalu keras atau sebaliknya, terlalu empuk dapat menyebabkan sakit leher," ujarnya.

Menurutnya, produk yang berbahan memory foam seperti Vablo sangat disarankan untuk menghindari gangguan otot leher akibat 'salah bantal'. "Bantal berbahan dasar memory foam akan menjaga posisi kepala dan leher tetap simetris. Ini juga bisa berfungsi sebagai terapi pundak dan leher selama tidur," lanjut Garry. (H-3)

BERITA TERKAIT