11 February 2021, 16:29 WIB

Peran Penting Penerjemah Memindahkan Gagasan ke Bahasa Lain


Mediaindonesia.com | Humaniora

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
.

PENERJEMAH memiliki peran penting dalam memindahkan gagasan dari suatu bahasa ke dalam bahasa yang lain. Penerjemah akan mengubah teks bahasa sumber ke dalam teks bahasa sasaran dengan mempertimbangkan makna kedua bahasa dan mengikuti aturan penulisan yang berlaku.

Sering kali penerjemah mesti menerjemahkan berbagai isi teks sumber, seperti hukum dan keuangan. Karenanya, selain ilmu menerjemahkan bahasa, penting baginya untuk memperoleh ilmu, teori, dan pengetahuan mengenai hukum dan keuangan sebanyak-banyaknya agar dapat menerjemahkan dokumen kedua bidang itu dengan sebaik mungkin.
 
Hal itu seperti yang dilakukan penerjemah di PT Trimars Perkasa Abadi (atau yang lebih dikenal dengan nama Investindo) yang menerjemahkan berbagai macam dokumen berkaitan dengan hukum dan keuangan. Ilmu hukum yang harus diperoleh penerjemah Investindo mengenai hukum di Indonesia dan terkadang penerjemah juga perlu memperoleh ilmu tentang hukum di negara-negara yang memakai bahasa Inggris, terutama Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Singapura karena negara-negara tersebut sering muncul dalam dokumen-dokumen hukum yang diterima oleh Investindo.

"Untuk hukum di Indonesia, terdapat beberapa undang-undang dan peraturan tertentu yang dapat dijadikan sebagai rujukan dalam menerjemahkan dokumen hukum tertentu, misalnya undang-undang yang sering dibahas dalam dokumen hukum seperti UU Perseroan Terbatas, UU Cipta Kerja, UU Informasi dan Transaksi Elektronik, dan undang-undang lain," kata Meidini Hutagalung selaku Direktur Investindo.

Menurutnya, peraturan yang sering muncul dalam dokumen hukum yang juga perlu diperhatikan yaitu peraturan dari Presiden, menteri, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan untuk hal-hal yang berkaitan dengan keuangan. Selain membaca undang-undang dan peraturan, ilmu yang diperoleh penerjemah Investindo mengenai hukum perdata dan pidana yang berkaitan dengan proses hukum seperti proses pengadilan, litigasi, dan arbitrase.
 
"Mempelajari mengenai hukum perdata dan pidana membantu penerjemah untuk menerjemahkan dokumen hukum yang lebih rumit. Istilahnya, laras dan gaya bahasanya jarang ditemukan dalam dokumen perjanjian atau kontrak," sebutnya.

Untuk perjanjian dan kontrak, penerjemah perlu mendapatkan pengetahuan tentang struktur dan isinya. Dalam suatu perjanjian atau kontrak, ada beberapa ilmu yang perlu didapatkan, di antaranya definisi dari perjanjian, syarat-syarat perjanjian, jenis-jenis perjanjian, dan struktur serta isi dari perjanjian.

"Penerjemah harus mengetahui berbagai macam perjanjian yang ada di Indonesia agar dapat membedakan satu perjanjian dengan yang lain dan menggunakan istilah yang tepat untuk masing-masing perjanjian," ucapnya.

Selain itu, terdapat pasal-pasal yang sering ditemukan dalam hampir semua perjanjian yang ada, yang dapat dihafalkan struktur dan isinya agar setiap hasil terjemahan perjanjian terjaga konsistensinya. Terlebih lagi jika penerjemah mengerti tentang suatu perjanjian atau kontrak disusun. Hal ini akan membuat hasil terjemahannya menjadi semakin akurat. (RO/OL-14)

Ilmu mengenai hukum dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya seminar, kursus, pelatihan penerjemahan hukum, atau membaca buku referensi. Ada banyak seminar atau kursus hukum yang diadakan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai hukum, yang membahas berbagai macam hal sehubungan dengan hukum.

Penerjemah Investindo mempelajari hukum untuk menerjemahkan teks hukum layaknya orang yang sedang kuliah hukum. Maklum, banyak hal yang harus dipelajari terkait dengan hukum dalam proses menerjemahkan.

Dengan demikian, tidak aneh bila selain memperoleh pengetahuan mengenai penerjemahan secara mendalam, penerjemah juga memperoleh pengetahuan mengenai hukum secara mendalam, bahkan sampai membaca teks-teks hukum secara berkala. Penerjemah dapat juga membaca undang-undang, peraturan, dan buku-buku yang menjadi pedoman hukum seperti Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau Pidana.

Selain ilmu pengetahuan mengenai hukum, penerjemah Investindo juga harus mempelajari ilmu pengetahuan mengenai perusahaan, yang berkaitan dengan bisnis, ekonomi, saham, laporan keuangan, dan pinjaman uang. Soalnya, tidak jarang dokumen hukum berkaitan dengan unsur-unsur keuangan. (OL-14)

BERITA TERKAIT