02 February 2021, 18:33 WIB

Ada Pembatasan, Pengelola Khawatir Wisata Candi akan Mati


Insi Nantika Jelita | Humaniora

Antara/Hendra Nurdiyansyah
 Antara/Hendra Nurdiyansyah
Wisatawan mengunjungi Kompleks Taman Wisata Candi Ratu Boko di Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) mengungkapkan sepinya kunjungan wisatawan di tengah pembatasan aktivitas sosial masyarakat.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono khawatir tempat wisata candi akan mati seiring minimnya pengunjung di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali

"Hal yang kita khawatirkan adalah suasana wisata ini mati. Kalau sudah mati sangat sulit bagi pelaku untuk kembali lagi beroperasi dengan optimal setelah pandemi covid-19," ujar Edy dalam laman resmi BUMN, Selasa (2/2).

Pihaknya tetap membuka destinasi wisata yang dikelola, seperti Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Selain itu, tambah Edy, sejumlah restoran, seperti Manohara Resto dan Rama Shinta Resto, tetap beroperasi dengan protokol kesehatan ketat.

Baca juga: 3M, Hal Sederhana yang Masih Sulit Diterapkan Masyarakat

"Hal ini demi menjaga suasana pariwisata tetap hidup. Meskipun produktivitasnya tidak sama seperti kondisi semula. Hal ini juga menjaga agar bisnis sertaan yang ada di sekitar Prambanan dan Borobudur tetap hidup," imbuh Edy.

Perseroan masih optimistis terhadap potensi sektor pariwisata di masa mendatang. Wisatawan lokal yang berasal dari golongan kelas menengah dan korporasi, dinilainya sebagai harapan agar industri di sektor pariwisata tetap berjalan. 

"Kita akan mengejar ke arah itu. Dibutuhkan dorongan agar kelas menengah Indonesia, serta korporasi di dalam negeri, untuk mengeluarkan uangnya ke destinasi kita," pungkasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT