15 January 2021, 09:40 WIB

Jalan Putus, Listrik Padam, 2.000 Warga Mengungsi akibat Gempa


Atalya Puspa | Humaniora

Antara
 Antara
Tiang listrik rubuh pasca gempa kuat di Majene, Sulbar.

TIGA tewas dan 24 orang luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan 6,2 yang berpusat di Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1) dini hari. Selain itu, gempa juga memutus akses jalan poros Majene-Mamuju.

"BPBD Majene menginformasikan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit Puskesmas (RB) dan 1 Kantor danramil Malunda (RB)," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, Jumat (15/1).

Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik masih padam pascagempa.

Informasi itu diperoleh BNPB dari BPBD pada pukul 06.00 WIB, hari ini. BPBD juga melaporkan, sebanyak 2 ribu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman guna mengantisipasi gempa susulan.

Menurut Raditya, saat ini BPBD setempat masih melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian.

"Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal," katanya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan gempa kuat selama 5 hingga 7 detik. Gempa yang berpusat 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) membuat para warga panik. Kepanikan membuat mereka keluar rumah.

"BNPB masih memantau dan berkoordinasi dengan beberapa BPBD yang terdampak guncangan gempa. Kepala BNPB Doni Monardo akan berkoordinasi dengan BPBD terdampak di lokasi bencana pada pagi ini," tandas Raditya. (H-2)

BERITA TERKAIT