28 December 2020, 17:45 WIB

Menteri Sosial Blusukan ke Bantaran Kali Ciliwung


Atalya Puspa | Humaniora

MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
Menteri Sosial Tri Rismaharini 

Di awal kepemimpinannya di lingkungan Kementerian Sosial, Menteri Sosial Tri Rismaharini didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat dan Inspektur Jenderal Dadang Iskandar blusukan ke Sungai Ciliwung, di belakang kantor Kementerian Sosial.

Pada kesempatan pertama dari atas jembatan, tepatnya di Fly Over Pramuka, Jalan Pramuka Sari II, Risma berdialog dengan seorang pemulung dengan gerobaknya yang bersiap melakukan rutinitas pagi bersama istrinya. Risma berdialog menanyakan berbagai hal kepada pasangan suami-istri ini.

Baca juga: Survei KPAI: Sekolah Tatap Muka Minim Persiapan

Diketahui dari hasil memulung mereka mendapatkan hasil Rp800 ribu/bulan. Sebagian dari penghasilan tersebut dikirimkan untuk anak mereka di kampung. Risma mengajak pasangan ini untuk mau mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik.

“Bapak-ibu saya carikan rumah jadi ngga perlu ada biaya ngontrak. Tetep cari sampah seperti ini. Nanti sampah dari Kementerian Sosial bisa untuk bapak. Sambil saya ajari usaha. Masak mau terus kaya gini, ya. Mau ya,” kata dia dalam keterangan resmi, Senin (28/12).

Setelah berdialog sekitar 30 menit, selanjutnya rombongan terus bergerak. Setelah tadi di atas jembatan, kali ini, Risma memilih turun ke bawah jembatan. Untuk keperluan itu, ia harus rela memanjat tangga kayu seadanya yang sengaja dipasang warga setempat.

Persis di kolong jembatan, Risma menyaksikan beberapa keluarga yang sengaja tinggal di bawah kolong jembatan. Di salah satu sudut, tampak salah satu lokasi hunian gelandangan. Di sini terlihat di antaranya kasur gulung lusuh, almari butut, perangkat mandi, dan sandal jepit berserakan di sekitarnya, yang ditinggal penghuninya.

Dari sini dia terus menyusuri bantaran kali sambal menyapa satu-satu penghuni di sepanjang kawasan ini. Kepada warga bantaran yang menyaksikan kedatangan rombongan ini, Risma menyampaikan lagi keinginannya untuk mengubah nasib mereka.

Dari bantaran kali, Mensos Risma dan rombongan bergerak ke Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur di Bekasi. Sesuai dengan namanya, Balai Pangudi Luhur merupakan bentuk respon Kemensos terhadap permasalahan gelandangan dan pengemis.

Balai Pangudi Luhur menyelenggarakan rehabilitas sosial yang bersifat sementara (temporary shelter). Di sini para gepeng mendapat layanan vokasi dalam jangka tertentu, dimana selanjutnya pemberdayaan dilakukan dengan bermitra dengan pemerintah daerah.

Gaya blusukan yang dilakukan Mensos Risma dimaksudkan untuk memotret dari permasalahan dari dekat, langsung dari titik permasalahan. Hal ini sejalan dengan pernyataan dia dalam sambutan pada acara serah terima jabatan, Rabu (23/12). (H-3)

BERITA TERKAIT