27 December 2020, 20:48 WIB

Presiden: Rayakan Natal dengan Saling Mencintai dan Mengasihi


Andhika Prasetyo | Humaniora

Medcom/Setpres
 Medcom/Setpres
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di Perayaan Natal Nasional 2020.

PERAYAAN Natal tahun ini terasa berbeda karena harus dijalani dalam suasana yang serbaterbatas. Umat yang merayakan harus membatasi kegiatan dan beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Mereka kehilangan kesempatan bertemu keluarga dan sahabat serta tidak dapat beribadah sebagaimana mestinya. Di tengah situasi sulit itu, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak untuk tidak cepat kehilangan harapan.

Ia mengingatkan kepada umat Kristiani bahwa Tuhan akan selalu bersama mereka dan memberi jalan untuk menghadapi masa-masa yang berat seperti sekarang.

"Sebagai umat beriman, beban yang berat ini tidak boleh membuat kita putus asa. Di dalam setiap perayaan Natal, kita akan menemukan cahaya lilin-lilin kecil yang dinyalakan di setiap rumah umat Kristiani di seluruh Tanah Air. Cahaya lilin itu mengingatkan kita semua tentang kehadiran Tuhan yang selalu bersama kita, hadir di antara kita, dan bekerja untuk pemulihan diri umat-Nya," ujar Jokowi dalam Perayaan Natal Nasional tahun 2020, Minggu (27/12).

Perayaan Natal, sambung presiden, juga harus menjadi momentum puncak bagi tumbuhnya kesadaran baru dan introspeksi diri bahwa sesama manusia harus saling mencintai, saling menjaga, dan saling mengasihi.

"Natal harus menjadi momentum untuk mewujudkan kasih Tuhan untuk sesama yang menderita, saling tolong-menolong, saling peduli, saling berbagi beban dan senantiasa menghadirkan kebaikan bagi bangsa dan negara," ucap kepala negara.

Untuk itu, Jokowi menaruh harapan besar bagi seluruh umat Kristiani di Tanah Air untuk terus menjaga harapan sembari menebar kebaikan di antara sesama.

Ia ingin umat Kristiani terus membawa semangat baru dan membantu seluruh rakyat Indonesia untuk segera pulih dan bangkit kembali dari situasi sulit secara bersama-sama. (OL-14)

BERITA TERKAIT