26 December 2020, 01:41 WIB

Menteri Agama Hadiri Acara Natal EIPC secara Daring


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Perayaan Natal EIPC di Washington DC, AS yang digelar secara daring. 

MENTERI Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas hadir secara daring pada acara Natal masyarakat Indonesia di Amerika Serikat. Acara ini diselenggarakan oleh Emmanuel Indonesian Presbyterian Church (EIPC) yang terletak di daerah Washington, D.C. dan sekitarnya, dan diramaikan Robert Nordling (Bandung Philharmonic), Toni Sianipar (Elfa’s Singers), Erens Mangalo, TOFFI Hamburg, serta tamu khusus dari Jerman yaitu Claudia Emmanuela Santoso yang juga telah mengharumkan nama Indonesia di luar negeri.

Meskipun baru beberapa hari menjabat Menteri Agama, selain mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru, Gus Yaqut, menegaskan kembali komitmennya untuk memberantas intoleransi di Indonesia.

"Saya ingin menyampaikan kepada saudara-saudara semua bahwa Menteri Agama kali ini adalah Menteri Agama untuk semua agama. Kami berkomitmen bahwa perlindungan terhadap umat beragama di Indonesia tidak akan memilih-milih,” ujarnya.

"Semua agama akan kami lindungi dan fasilitasi, tentu ini semua untuk Indonesia. Indonesia bukan hanya milik satu agama saja, tapi Indonesia adalah milik kita semua. Semoga Tuhan memberkati kita semua," imbuhnya

Rachmad Poetranto, ketua panitia sekaligus Penatua dari EIPC pada keterangan tertulisnya menjelaskan sangat berterima kasih atas kehadiran Gus Yaqut.

"Saya sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Menteri pada acara Natal kami yang sederhana ini. Yesus juga lahir dalam kesederhanaan. Beryukur kita semua dapat melalui tahun 2020, ini tahun yang bersejarah," ujar Rachmad yang juga bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, D.C. dan merupakan Vice President dari Indonesian American Association (IAA).

"Kehadiran Pak Menteri ini merupakan angin segar bagi bagi masyarakat Indonesia dimanapun kita berada. Ini adalah salah satu bentuk nyata dari komitmen Pemerintah RI untuk memberantas bibit-bibit intoleransi,"
lanjut Rachmad. (RO/R-1)

BERITA TERKAIT