21 December 2020, 22:49 WIB

Sertifikasi Kompetensi Permudah Akses Lapangan Kerja


Syarief Oebaidillah | Humaniora

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Suasana pendidikan di Kalbis Institute

PRAKTISI pendidikan dari Kalbis Institute Raymond Christantyo mengatakan, sertifikat kompetensi mempermudah lulusan diserap oleh industri begitu lulus.

“Lulusan yang memiliki sertifikat kompetensi menjadi lulusan yang siap untuk diserap industri dengan ilmu dan kemampuan yang unggul,” ujar Raymond dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan perguruan tinggi hendaknya dapat berkolaborasi dengan dunia industri dalam meningkatkan daya saing lulusan juga dosen. Pihaknya berkomitmen untuk selalu mengembangkan kolaborasi dengan siapapun.

“Dengan berkolaborasi bersama akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran, serta lulusan. Sehingga mampu diterima baik di dunia industri maupun dunia usaha,” terang Brand Communications Manager Kalbis Institute itu.

Selain itu, pihaknya menyesuaikan kurikulum yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan industri. Sehingga lulusannya tidak hanya pintar secara akademik, namun juga memiliki hati dan intelektual yang baik.

Baca juga : Ahok Lahirkan Aplikasi Donasi Hasil Ide Selama di Rutan

Sebelumnya, Kalbis Institute bekerja sama dalam memberikan sertifikasi bagi mahasiswa Manajemen, sehingga mahasiswa akan mendapat gelar sertifikasi Associate Wealth Manager (AWM) dari Certified Wealth Manager’s Association (CWMA) saat lulus dari program Manajemen Kalbis Institute tanpa biaya dan waktu tambahan.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wikan Sakarinto, meminta kerja sama yang dilakukan perguruan tinggi dan industri jangan hanya sekedar di atas kertas, namun harus dilakukan dalam bentuk kerja sama yang intens.

“Kolaborasi bukan sekedar tandatangan MoU, foto-foto serta masuk koran, sudah berani klaim, sudah kolaborasi dengan industri. Untuk mencapai kesesuaian, dibutuhkan usaha dan upaya-upaya detil lebih lanjut, yang wajib dilakukan bersama-sama oleh dunia pendidikan dan dunia usaha dan dunia industri,” imbuh Wikan.

Wikan mengimbau kompetensi yang dihasilkan perguruan tinggi harus mampu menjawab tantangan perubahan zaman yang semakin melompat-lompat menuju masa depan.

Oleh karena itu menurut dia, kurikulum harus fleksibel dan gesit untuk mampu adaptif terhadap perubahan. Terlebih lagi, dunia Pendidikan juga harus mampu menciptakan wirausaha dan perusahaan rintisan. (Ant/OL-7)

BERITA TERKAIT