18 November 2020, 16:55 WIB

LIPI Dorong Publikasi Internasional dan Peningkatan SDM Iptek


Faustinus Nua | Humaniora

MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
Alat pendeteksi covid-19 yang bernama Qirani 19 yang dikembangkan LIPI di Laboratorium Kimia LIPI, Puspiptek, Serpong, Banten, Rabu (26/8)

Dalam lima tahun terakhir, jumlah publikasi ilmiah Indonesia tercatat terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2019, jumlah publikasi Indonesia di jurnal internasional telah mencapai 22.888 publikasi.

Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia berada di posisi kedua setelah Singapura dengan 24.185 publikasi. Sementara itu, Malaysia menduduki peringkat ketiga dengan 17.588 publikasi, diikuti Thailand dengan 13.627 publikasi, Vietnam 9.054 publikasi, dan Filipina dengan 3.477 publikasi.

Baca juga: Mensos: Masih Ada Daerah yang tidak Ramah Disabilitas

“Saat ini, publikasi SDM Iptek dari 10604 peneliti yang tersebar di 42 Kementerian dan LPNK, sudah mulai go international dengan publikasinya di jurnal internasional,” terang Plt Kepala Pusbindiklat LIPI, Raden Arthur Ario Lelono dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11).

Dia mengatakan salah satu cara mendorong peningkatan publikasi di jurnal internasional adalah dengan Program Belajar Pascasarjana Berbasis Riset (Degree by Research). Program itu dilaksanakan LIPI melalui Pusbindiklat telah menjadi program prioritas nasional riset dan teknologi.

“Program Belajar Pascasarjana Berbasis Riset (Degree by Research) adalah penugasan yang diberikan oleh pejabat pembina kepegawaian kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan formal berbasis penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan tugas kedinasan,” ungkapnya.

“Salah satu tantangan SDM Iptek adalah pengembangan kompetensi tugas belajar dan menyeimbangkannya dengan tugas kantor,” tambah Arthur.

Arthur menuturkan bahwa LIPI melalui program Degree by Research diharapkan dapat menjadi penghubung kolaborasi SDM Iptek dengah berbagai pihak, meliputi universitas dalam negeri maupun luar negeri. Program tersebut merupakan gabungan dari research collaboration dan joint affiliation, di mana pendanaan berasal dari LIPI berupa dukungan biaya kuliah. Sedangkan dukungan akomodasi penelitian berasal dari instansi masing-masing. 

Peserta yang dapat mengikuti program Degree by Research adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari suatu unit kerja LITBANGJIRAP (Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan). “Harapan dari program belajar ini adalah target peningkatan hasil riset akan sekaligus diimbangi dengan peningkatan kualifikasi pendidikan dan kolaborasi risetnya dengan perguruan tinggi,” pungkas Arthur.(H-3)

BERITA TERKAIT