28 October 2020, 14:25 WIB

Media Academy Siap Cetak SDM Unggul Berkompeten


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

MI/ Andri Widiyanto
 MI/ Andri Widiyanto
MEDIA ACADEMY: Materi body language dalam public speaking, salah satu materi di Media Academy di Center Media Academy, Kedoya, Jakarta

   MEDIA Group meluncurkan platform pendidikan Media Academy bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. CEO Media Group News Mohammad Mirdal Akib mengatakan, Media Academy merupakan terobosan di bidang pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

   “Dibutuhkan sebuah alternatif baru di dunia pendidikan dengan era yang semua serba terdistrupsi, kemudian kita juga memasuki pandemi. Dibutuhkan suatu platform pendidikan untuk kemudian menyiapkan para tenaga-tenaga profesional ke depan yang bisa langsung siap pakai,” kata Mirdal dalam acara peluncuran Media Academy, Rabu (28/10).

   Mirdal menuturkan, sampai saat ini banyak lulusan perguruan tinggi yang belum siap bekerja, sehingga saat memasuki dunia industri, para lulusan tersebut masih harus melalui proses training atau penyesuaian hingga berbulan-bulan.

   Hal ini menunjukkan bahwa masih proses link and match antara kampus dan dunia kerja belum sepenuhnya berjalan. Padahal, di era industri 4.0 seperti sekarang, persaingan global semakin ketat, sehingga mau tidak mau, generasi muda perlu meningkatkan kualitas dan daya saingnya.

   “Harapan kami ke depan kita bisa memperkuat link and match antara dunia industri dan dunia pendidikan karena kita sadari betul banyak sekali pekerjaan yang hilang saat ini karena digantikan oleh aplikasi. Ini yang kemudian kita harus antisipasi, mempersiapkan tenaga-tenaga bukan cuma siap pakai tapi juga siap terhadap perubahan yang ada,” ujarnya.

   Dia menjelaskan, Media Academy menyediakan pelatihan bagi masyarakat umum di bidang broadcasting, jurnalistik, komunikasi, hospitality, food industry dan manajemen. Materi yang dihadirkan dalam Media Academy tidak hanya berupa teori, tapi juga praktik langsung di perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah Media Group. Selain itu, para peserta akan mendapatkan ilmu dari para praktisi yang telah berpengalaman di bidangnya selama puluhan tahun.

“Intinya kami menyiapkan praktisi-praktisi yang sudah berpengalaman, bukan cuma 15-20 tahun, tapi sudah mempersiapkan bagaimana transformasi digital bisa terjadi ke depan,” imbuhnya.

   Dalam kesempatan yang sama, Pembina Media Academy Saur Hutabarat menuturkan pelatihan di Media Academy tidak hanya menekankan teori pada buku, tetapi pada SDM berpengalaman yang akan mentransfer ilmu kepada peserta.

   “Tidak ada pilihan lain, setelah pandemi ini semua orang menjungkirkan pikirin lama, harus dijungkirkan. Kalau kita mengatakan tidak bisa mencangkup tingkat kesajarnaan yang bermutu melalui zoom, buang jauh pemikiran itu. Kalau tidak bisa newsroom di dunia maya, kita sudah buktikannya. Jadi ke depan ini memang tantangnya teks people, karena teks people akan terus memperbarui,” tuturnya.

   Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Henny SW menambahkan, kehadiran Media Academy merupakan solusi dari masalah kualitas SDM di dunia kerja yang masih terjadi hingga saat ini. Dia pun yakin, Media Academy dapat berkembang pesat karena telah memiliki ‘laboratorium’ yang merupakan core bisnis di bawah naungan Media Group

   “Sampai saat ini baru sekitar 1.700 LSP (lembaga sertifikasi profesi). Jadi masih harus dikembangkan, terutama di dunia komunikasi. Kami apresiasi sekali, akan kami dorong sekuat mungkin agar ini bisa berjalan dan berlatih. Ini menjawab tatangan di dunia pekerjaan, menghasilkan SDM yang kompeten,” tandasnya.(H-1)

BERITA TERKAIT