26 October 2020, 14:10 WIB

Mangrove Cegah Bencana Tsunami dan Abrasi Pantai


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

MI/Sumaryanto
 MI/Sumaryanto
Hutan mangrove (bakau) Gili Petagan di Lombok Timur, NTB, yang dibuat oleh Jepang sebelum Indonesia Merdeka. 

INDONESIA berada di wilayah rawan gempa bumi dan tsunami. Salah satu cara mencegah jatuhnya banyak korban dalam tsunami adalah dengan menanam mangrove atau bakau.

"Mangrove berfungsi sebagai barrier ketika ada tsunami dan penghambat abrasi pantai. Hal ini sudah terbukti, ketika ada Tsunami, pantai yang mangrovenya bagus, kerusakannya sedikit,” kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong, Senin (26/10).

Menurutnya Indonesia memiliki mangrove terluas di dunia. Selain memiliki sumber biota perairan untuk kegiatan perikanan, mangrove juga sangat penting dari sisi ekologi karena menyerap karbon dioksida.

Beberapa waktu lalu, Executive Director Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Rizal Algamar menyebutkan, sebanyak 1,1 juta hektare hutan mangrove di Indonesia dalam kondisi rusak parah atau kritis. Luasan itu sekitar 33% dari luas total area mangrove 3,5 juta hektare.

Ia menyampaikan, wilayah Indonesia mempunyai garis pantai terpanjang kedua di dunia. Begitu pun kota besar di Indonesia. Hingga mangrove menjadi harapan untuk membentengi wilayahnya dari air laut.

"Indonesia nomor satu negara di dunia yang punya mangrove terluas. Sebanyak 60% penduduk Indonesia tinggal di pesisir. Berapa kota besar di Indonesia yang ada di pesisir? Hampir semuanya," ujarnya. (H-2)

BERITA TERKAIT