27 August 2020, 15:45 WIB

Pandemi Memperbesar Tantangan Mencapai Pembangunan Berkelanjutan


Indriyani Astuti | Humaniora

MI
 MI
Infografis

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan pandemi virus Covid-19 memperbesar tantangan dalam meraih pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals / SDGs). Namun, dDengan trategi yang tepat, tantangan itu bisa berganti menjadi peluang.

Menurut Wapres, pandemi setidaknya akan berdampak pada sejumlah aspek yang termuat dalam SDGs seperti meningkatnya kemiskinan serta ketimpangan di masyarakat, terhambatnya kemajuan kualitas pendidikan karena sekolah dan universitas tutup, melebarnya disparitas gender, dan juga berkurangnya kesempatan kerja yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

"Pandemi menyebabkan beban masyarakat bertambah dan roda perekonomian berjalan lebih lambat karena kegiatan bisnis terhenti akibat adanya wabah," tutur Wapres ketika memberikan sambutan kunci dalam acara International Conference on Islamic Civilization atau ICIC di Jakarta, Kamis (27/8).

Akan tetapi, lanjut Wapres, kita sesungguhnya dapat memanfaatkan pandemi ini sebagai momentum untuk membangun lebih baik dan melakukan akselerasi pencapaian SDGs pascapandemi. Ia menyontohkan, masyarakat dapat mengurangi beban dengan menggunakan sumber daya energi lebih efisien.


Perbaikan kualitas
Khusus untuk bidang kesehatan, Wapres menyoroti bahwa adanya pengalaman menghadapi pandemi, membuat masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga dan memperbaiki kualitas kesehatan.

Melalui kebiasaan baru seperti menggunakan masker, menjaga jarak fisik dan mencuci tangan, ujarnya, masyarakat dapat sadar akan pentinynya upaya promotif dan pencegahan penyakit sebagai kunci utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan, sehingga nantinya beban pembiayaan kesehatanpun akan berkurang.

Disampaikan Wapres bahwa SDGs telah menjadi komitmen besar dunia. Sampai saat ini, imbuhnya, setidaknya 193 negara termasuk Indonesia, yang telah mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan menyatakan komitmen mereka secara bersama-sama untuk mewujudkan SDGs.  

"Bagi Indonesia, implementasi pencapaian SDGs kemudian diintegrasikan dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional. Pemerintah Indonesia menyiapkan kelembagaan SDGs untuk memperkuat koordinasi serta menyiapkan platform kerjasama pembiayaan program-program yang terkait dengan pencapaian SDGs," ucap Wapres.

Mengutip SDG Index 2020, Wapres menuturkan bahwa upaya pencapaian SDGs di Indonesia mengalami kemajuan yang berarti pada sejumlah indikator seperti berkurangnya kemiskinan, ketersediaan akses terhadap air bersih dan sanitasi, penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta upaya terkait dengan perubahan iklim.

Beberapa indikator, imbuhnya, turut menunjukkan perbaikan secara moderat seperti pengurangan kelaparan, perbaikan kualitas kesehatan, kesejahteraan, pendidikan, penyediaan akses energi bersih yang terjangkau, Inovasi dalam bidang industri dan infrastruktur, serta penguatan institusi peradilan dan perdamaian.

"Meskipun demikian, diperlukan penguatan upaya pencapaian SDGs ini karena secara keseluruhan Indonesia masih berada di peringkat 101 dunia dengan total skor 65,3," tegasnya.

Indonesia, tegas Wapres, masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tentangga di Asia Tenggara seperti Thailand yang berada di peringkat 41 dengan total skor 74,54; Malaysia di peringkat 60 dengan total skor 71,76; dan Filipina di peringkat 99 dengan total skor 65,5. (H-2)

BERITA TERKAIT