27 July 2020, 00:55 WIB

Profesi Insinyur Perkuat Ekonomi Hijau


MI | Humaniora

MI/M. Irfan
 MI/M. Irfan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan pemerintah mendukung langkah dan kiprah profesi insinyur Indonesia sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa sumber daya manusia yang berkompeten dan berketerampilan baik merupakan modal kuat untuk bersaing dengan negara lain.

Demikian disampaikan Siti Nurbaya dalam pengukuhan 434 peserta Program Profesi Insinyur Angkatan I Tahun 2019/2020 IPB University. Siti mengatakan peran insinyur yang memiliki daya saing global sangat dibutuhkan dalam menjadikan Indonesia mandiri dan maju.

“Insinyur profesional semakin diperlukan, misalnya, dalam pengembangan dan penguatan industri electric vehicles, hydrogen vehicles, dan semikonduktor, juga perluasan teknologi 5G data dan jejaring serta artificial intelligence, pengembangan research and development untuk
inovasi digital green economy dan diversifi kasi supply value chain,” kata Menteri Siti yang juga menjadi salah satu peserta pengukuhan dalam keterangan tertulis, kemarin.

Siti menambahkan, dalam mendukung SDM bidang lingkungan hidup dan kehutanan khususnya profesi insinyur, pada 2018 telah ditandatangani nota kesepahaman antara Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) dan Menteri LHK tentang penyelenggaraan program profesi insinyur bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Rektor IPB University, Arif Satria menyebutkan, semua lulusan ialah dari jalur rekomendasi pembelajaran lampau (RPL) dan lulusan Angkatan I ini diharapkan menjadi SDM yang mendukung pelaksanaan Program Profesi Insinyur jalur reguler.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Nizam menjelaskan saat ini Indonesia sedang mendorong pembangunan infrastruktur yang diharapkan menjadi konektor pusat-pusat pertumbuhan ekonomi negara dan masyarakat. “Pembangunan ke depan diharapkan merupakan pembangunan yang inklusif, ramah dengan lingkungan dan berkelanjutan,” jelas Nizam. (Fer/H-3)
 

BERITA TERKAIT