24 July 2020, 17:20 WIB

Kemendikbud-Huawei Teken Kerja Sama Transformasi Digital


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

MI/ATIKAH ISHMAH WINAHYU
 MI/ATIKAH ISHMAH WINAHYU
Dirjen Dikti Nizam dan Vice President of Public Affairs and Communications Huawei Indonesia Qijian Ken setelah menandatangani MoU  (24/7).

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan perusahaan penyedia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Huawei mengembangkan proses transformasi digital di perguruan tinggi serta meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa di bidang TIK.

Dirjen Dikti Nizam mengatakan, ekonomi digital saat ini menjadi salah satu faktor yang mempegaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan SDM yang berkompeten di bidang TIK demi menjawab kebutuhan di era revolusi industri 4.0.

Baca juga: Banyak Dosen Positif Covid-19 Kampus USU Ditutup

"Kebutuhan terhadap talenta-talenta digital sangat tinggi dan sangat dicari oleh perusahaan, sementara SDM kita sendiri belum banyak, sehungga penguatan talenta digital menjadi suatu fokus untuk perngembangan ekonomi kita ke depan," kata Nizam dalam acara penandatanganan nota kesepahaman di kantor Ditjen Dikti Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/7).

Kerja sama yang berlangsung selama dua tahun ini meliputi lima area, yakni pelatihan TIK bagi dosen dan mahasiswa, kompetisi TIK, program magang mahasiswa, penerapan platform e-learning, serta join riset di bidang ICT, cloud computing, big data hingga AI.

Ditjen Dikti menargetkan akan ada 200 perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Huawei hingga akhir tahun dan sekitar 800 perguruan tinggi pada tahun ke dua.

Nizam berharap, dengan adanya kerja sama ini dapat mempererat hubungan antara dunia industri dengan perguruan tinggi, sejalan dengan semangat merdeka belajar yang dicanangkan Kemendikbud.

"Hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri di dalam pengembangan ekonomi digital menjadi salah satu fokus yang harus kita dorong bersama-sama. Dengan kolaborasi ini diharapkan hubungan perguruan tinggi dengan dunia industri bisa lebih baik lagi ke depannya," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President of Public Affairs and Communications Huawei Indonesia Qijian Ken menambahkan, untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai satu dari 10 negara dengan ekonomi terbesar pada 2030 mendatang, dibutuhkan sinergi dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang TIK yang berkualitas dan berdaya saing global.

"Kami berharap, solusi yang kami hadirkan serta program-progran pelatihan maupun pembinaan yang kami berikan mampu menghasilkan SDM TIK Indonesia yang mampu bersaing secara global," tandasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT