24 April 2020, 13:53 WIB

Konsultasi Gejala Covid-19 Bisa dengan Aplikasi Dokter Leo


Mediaindonesia.com | Humaniora

AFP
 AFP
Aplikasi Dokter Leo diharapkan dapat mengurangi beban petugas medis dalam mendeteksi gejala awal dari suatu penyakit. 

DI tengah pandemi covid-19 yang melanda berbagai negara termasuk Indonesia, Pemerintah Indonesia menerapkan beberapa aturan yakni menjaga jarak (physical distancing), beraktivitas dari rumah, dan juga memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Besar-Besaran (PSBB).

Demi menyukseskan kebijakan pemerintah tersebut, Generali Indonesia mengambil langkah inovatif dan menempatkan kesehatan nasabah sebagai prioritas. Generali Indonesia mengoptimalkan teknologi digital dengan menghadirkan fitur inovatif layanan telemedicine, Dokter Leo.  

Baca juga: Telemedicine Mudahkan Pelayanan Kesehatan Pasien
 
Nasabah Generali Indonesia bisa melakukan konsultasi medis dengan dokter profesional secara gratis hanya dengan menggunakan smartphone dari rumah. Fitur ini melakukan symptoms check atau pengecekan gejala serta mendeteksi lebih dari 600 jenis penyakit.

"Pada situasi sekarang ini, kami berusaha membuat solusi sehingga nasabah bisa tetap mendapatkan akses layanan kesehatan bagi diri sendiri maupun keluarga," kata Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia, dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (24/4/2020).

Aplikasi Dokter Leo diharapkan dapat mengurangi beban petugas medis dalam mendeteksi gejala awal dari suatu penyakit apalagi terkait covid-19. Nasabah dapat berkonsultasi dari rumah mengenai kondisi kesehatan jika merasa memiliki gejala-gejala covid-19 maupun penyakit lainnya.

Baca juga: Gunungkidul Kembangkan Telemedicine
 
Fitur inovatif Dokter Leo terintegrasi dengan rangkaian fitur-fitur unggulan lainnya, seperti fitur pembayaran premi online dan fitur klaim online di dalam smart apps nasabah Generali Indonesia, Gen iClick®.

“Hadirnya inovasi Dokter Leo dan Gen iClick® juga untuk mendukung program-program Pemerintah yang ada dalam upaya menanggulangi penyebaran covid-19, khususnya dalam pemanfaatan teknologi medis secara online yaitu, telemedicine,” tutup Edy. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT