28 June 2022, 09:00 WIB

More Content, EP Perdana Barry Can't Swim


Basuki Eka Purnama | Hiburan

MI/HO
 MI/HO
Barry Can't Swim

PRODUSER Inggris Barry Can't Swim (AKA Joshua Mainnie) merilis EP perdananya, More Content, sebagai rilisan solo pertamanya lewat label musik Technicolour milik Ninja Tune. 

EP ini merupakan perpaduan unik dari produksi elektronik yang dibuat Barry dengan terampil yang dipadukan dengan senar dan kunci yang terinspirasi dari gaya khas Barry, yang terinspirasi musik jazz. Hasilnya adalah komposisi yang mengalir seperti sebuah penampilan live.

Sonder hadir sebagai lagu pembuka dan single terbaru dalam EP ini dan menawarkan secara penuh musik khas Barry Can't Swim, yang membangun energi dari ketukan drum berirama di bawah chord emotif dan melodi yang gemilang yang kemudian diteruskan oleh crescendo orkestral yang meriah dan cocok untuk berpesta. Lagu ini juga merupakan lagu favorit Barry dari EP-nya.

Baca juga: Barry Can't Swim akan Rilis Ep More Content pada 24 Juni

EP ini hadir dengan single reflektif God Is The Space Between Us (feat. Taite Imogen),  yang merupakan kelanjutan dari lagu Lone Raver, yang ia rilis pada 2021. 

"Keduanya ditulis dengan suasana yang sama sewaktu aku berisolasi selama masa lockdown dan merasa sangat reflektif," ujar Barry. "Aku ingin tetap menggunakan beberapa sound dan elemen dari lagu 'Lone Raver' di lagu ini karena menurutku keduanya adalah bagian dari pengalaman yang sama." 

Menurut Barry, film Before Sunrise turut menjadi inspirasi dari lagu terbarunya. 

"Menurutku, jika Tuhan itu ada, Ia tidak ada di dalam diri kita. Tidak di dirimu, tidak di diriku, namun di ruang kecil antara kita."

"Menurutku yang Taite nyanyikan di lagu ini adalah — Tuhan dan cinta bukanlah dua hal yang dapat kita miliki atau raih, namun sesuatu yang ada di ruang kosong yang menghubungkan kita. Ia selalu ada di situ dan kita selalu mengunjunginya di berbagai titik sepanjang kehidupan kita. Itu adalah sesuatu yang ingin aku sampaikan lewat sound yang ada di lagu ini," ujar Barry.

Di EP ini, Anda juga dapat mendengar nuansa penuh nostaljik dan melankolis di lagu Can We Still Be Friends?, yang turut menampilkan produser Laurence Guy — sebuah lagu kolaborasi yang hadir secara organik karena mereka merupakan penggemar karya mereka satu sama lain dan semuanya berawal dari suatu malam saat keduanya tidak sengaja bertemu. 

EP Barry mencapai klimaksnya di lagu Fiorucci Made Me Hardcore, yang dinamakan setelah film dokumenter rave tahun 1999 dengan judul yang sama oleh Mark Leckey. Film tersebut merangkum skena klub underground Inggris. 

Di lagu ini, Barry mengambil inspirasi dari berbagai sound khas UK mulai dari Jungle hingga Garage dan Dubstep. 

"Saat Anda tinggal di London, Anda mendengar berbagai macam jenis musik saat berjalan, dari mobil-mobil, berbagai apartemen, toko-toko, dan aku ingin menangkap energi dan apresiasi dari genre-genre tersebut." 

EP More Content melanjutkan semangat yang Barry bawa lewat single Blackpool Boulevard, yang dirilis tahun lalu dan menampilkan Anish Kumar yang membawa Barry masuk ke daftar 10 Dance Artists To Watch in 2022 versi Billboard. 

Lagu tersebut mendapatkan dukungan dari Pete Tong  (Top 20 Countdown of 2021's Essential New Tunes) yang mendeskripsikan lagu tersebut sebagai "sebuah lagu dancefloor klasik yang infectious".

Dukungan juga datang dari Mixmag, yang memasukkan lagu tersebut ke daftar Best Tracks of the Year dengan pujian, "The joint tune from the pair brandishes a sublime orchestral lead up to its dancefloor-moving, four-to-the-floor finale." (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT