24 June 2022, 10:45 WIB

Anak Panti Asuhan Diajak Nonton Bareng Satria Dewa: Gatotkaca


Ardi | Hiburan

MI/Ardi
 MI/Ardi
Anak-anak panti asuhan nonton bareng film Satria Dewa: Gatotkaca di Sleman.

BELAJAR tidak hanya dilakukan di sekolah. Belajar pun bisa dilakukan di bioskop lewat menonton sebuah film. Pengalaman itulah yang didapat oleh anak-anak Panti Asuhan Bina Insan Mandiri ketika menonton film Satria Dewa: Gatotkaca di salah satu bioskop di Sleman, Kamis (24/6).

Salah seorang anak panti asuhan tersebut, Dika Sulamtri, mengatakan karakter Gatotkaca memberikan pelajaran baginya agar menjadi anak muda yang tidak mudah emosi dan tetap mampu berpikir dingin. Ia mengaku bahagia bisa  ikut film ini.

"Saya pikir kepribadian Gatotkaca bisa menjadi teladan bagi kami yang masih memiliki jiwa dan semangat anak muda untuk dapat tetap berpikir dingin dan sabar," kata Dika saat acara nonton bareng bersama Frozz. 

Baca juga: Omar Daniel Mengaku Gugup Tampil di Satria Dewa: Gatotkaca

Di sisi lain,  film itu juga memberi pengetahuan tentang dunia pewayangan yang  diadaptasikan ke dunia modern.

Film garapan Sutradara Hanung Bramantyo ini pun mampu menghibur anak-anak yang hadir. Film ini menceritakan tentang perseteruan antara Pandawa dan Kurawa dengan latar waktu masa kini.

Acara ini pun menjadi pengalaman yang baru bagi anak-anak Panti Asuhan Bina Insan Mandiri. Pasalnya, hampir semua anak-anak yang datang baru pertama kali menonton film di bioskop.

Brand Manager Frozz, Andreas Erwin, mengatakan Frozz merupakan salah satu sponsor dalam film Satria Dewa Gatotkaca. Ia pun berharap, dengan menonton  film ini, anak-anak yang menonton film ini dapat mengadopsi nilai-nilai luhur dari Gatotkaca, termasuk sikap cool Gatotkaca sebagai seorang ksatria  yang tetap berpikir dingin dalam situasi apa pun.

"Saya berharap anak-anak yang hadir di kesempatan ini dapat tumbuh menjadi seseorang yang rendah hati dan bijaksana terhadap keahlian yang dimilikinya saat ini dan kelak, seperti Gatotkaca," kata dia.

Acara nonton bareng bersama anak panti asuhan ini sengaja diawali di DIY karena sutradara Hanung Bramantyo berasal dari Yogyakarta. Selain itu, banyak adegan dalam film ini dilakukan di DIY. (OL-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT