21 June 2022, 09:22 WIB

Satu Production Gelar Konser Musik untuk Lestarikan Lagu Anak


Mediaindonesia.com | Hiburan

DOK LSPR.
 DOK LSPR.
Konser musik Nada Anak Indonesia: Euforia Dalam Nostalgia.

LSPR Communication & Business Institute membuat Satu Production untuk menggelar konser musik Nada Anak Indonesia: Euforia Dalam Nostalgia. Konser musik ini ditayangkan pertama kali pada Senin (20/6) bertempat di Cinepolis, Plaza Semanggi, Jakarta. 

"Satu Production memiliki pesan penting bahwa lagu anak-anak memiliki pesan moral baik bagi anak sehingga lagu tersebut dapat terus dilestarikan. Tak hanya itu, Satu Production bekerja sama dengan sekolah kami untuk mengumpulkan donasi yang akan membantu teman teman kaum dhuafa dan pemulung agar dapat bersekolah dengan layak," ujar Mikhael Yulius Cobis, M.Si, M.M, dosen pembimbing serta Dekan Fakultas Komunikasi Institut Komunikasi & Bisnis LSPR.

Satu Production diinisiasikan oleh tiga mahasiswa aktif LSPR Institute Jakarta batch 22 dan didukung oleh 53 relawan dalam proses pembuatan acara sebagai syarat untuk menjadi sarjana Ilmu Komunikasi dari jurusan Performing Arts Communication. Dengan proses persiapan yang relatif singkat, yaitu tiga bulan secara luring dan daring, Satu Production berhasil menghasilkan karya lagu anak anak dengan cara melakukan perubahan pada aransemen dengan tujuan pendidikan. Seluruh proses latihan luring tentunya dilakukan dengan protokol kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah.

Billy Delivio sebagai Director Nada Anak Indonesia: Euforia Dalam Nostalgia menjelaskan pihaknya menyelenggarakan konser musik tersebut karena lagu anak-anak di zaman sekarang sangat jarang diputar dan dikenali oleh anak anak usia 8-15 tahun. Oleh sebab itu kami ingin membantu melestarikan lagu-lagu anak Indonesia. 

Production Manager Jeremy Zivanya Wahono menambahkan hal paling menantang dalam proses pembuatan konser musik itu. "Yang paling menantang yaitu proses pembuatan aransemen yang ingin dibuat agar masyarakat khususnya generasi zilenial bisa terus mengingat aransemen yang dibuat oleh Satu Production," tutur Jeremy. Hal yang menarik dalam proses kegiatan ini yakni anak-anak yang berusia 8-15 tahun di zaman ini lebih mengetahui lagu-lagu yang sedang tren di platform TikTok dibandingkan lagu anak pada umumnya. 

Menurut Co-Production Manager Pesan Satu Production Marcella Rafika Tangahu, pesan untuk generasi muda yaitu lagu memberikan dampak baik dalam hidup. Melalui lagu anak banyak kenangan indah yang tersimpan dan makna yang baik yang terkandung di dalamnya. Teruslah mencoba berusaha untuk memberikan edukasi, imbaunya, dampak baik bagi masyarakat luas walaupun tidak menjadi hal yang menarik semua pasang mata di dunia, tetapi pasti ada percikan semangat milenial dan zilenial yang akan meneruskan api semangat dalam pelestarian lagu anak di industri musik Indonesia. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT