22 May 2022, 11:45 WIB

French Kiwi Juice Berkolaborasi dengan Toro Y Moi di Single A Moment of Mystery


Basuki Eka Purnama | Hiburan

MI/HO
 MI/HO
French Kiwi Juice

MUSISI, produser, dan multiinstrumentalis French Kiwi Juice (FKJ)  merilis single terbaru A Moment Of Mystery feat. Toro y Moi, yang diambil dari albumnya yang akan datang, V I N C E N T, yang siap dirilis 10 Juni 2022 mendatang.

A Moment Of Mystery adalah sebuah lagu elektronik lembut tentang hubungan cinta jangka panjang, dengan iringan musik luas yang menampilkan string atmosferik dengan synth yang lembut. 

Toro y Moi adalah seorang musisi ternama yang dikenal lewat beberapa albumnya seperti What For? dan Causers Of This, yang memelopori gerakan sub-genre chillwave pada dekade 2010-an. 

Baca juga: Way Out, Single Terbaru French Kiwi Juice

FKJ sendiri adalah seorang multi-instrumentalis dan produser virtuoso dengan karya khas yang menggabungkan genre jazz, soul, folk, rock, dan musik-musik eksperimental lainnya dengan kerumitan dan keintiman yang membuatnya setara dengan musisi-musisi ternama lainnya seperti Tom Misch, James Blake dan Jacob Collier.

Mengenai lagu terbarunya, FKJ bercerita, “Aku bertemu dengan Chaz (Toro y Moi) dan Tony, pemain keyboard di Toro y Moi, untuk pertama kalinya di sesi ini. Energinya sangat halus dan kami saling menyatukan pikiran dengan cepat. Kami tidak bisa berhenti bermain. Bahkan jika kadang-kadang kami mencoba beristirahat untuk menulis dan menyusun sesuatu, kami akhirnya akan terganggu oleh semua mainan ini di studio dan berlanjut nge-jam selama satu atau dua jam lagi. Di akhir sesi, kami langsung memiliki beberapa demo. Aku membawanya kembali ke rumah dan bermain-main dengan mereka. Kali berikutnya aku datang ke San Francisco, Chaz dan aku bertemu lagi dan memilih beberapa dari mereka untuk diselesaikan, termasuk A Moment Of Mystery, yang berhasil masuk ke album ini.”

Toro y Moi mengatakan, “Vincent, Tony, dan aku membuat lagu ini di Different Fur di San Francisco ketika Vincent datang untuk mengerjakan album ini. Aku akhirnya menulis tentang momen-momen keinginan dan ketegangan yang kita rasakan ketika kita jauh dari orang yang kita cintai. Aku ingin para pendengar merasa seolah-olah sedang berada ada di situasi yang menggantung dan tidak tahu pasti keadaan dengan pasangannya di sisi lain.”

V I N C E N T adalah album ke-2 FKJ dan menjadi penanda sebuah era baru darinya, tidak hanya sebagai produser dan remixer andalan untuk musisi seperti PinkPantheress dan Moses Sumney, tetapi juga berdiri sendiri sebagai seorang musisi dengan tur one-man-band-nya yang diakui secara global dan sold out di seluruh dunia, serta lebih dari 1 miliar stream secara global di seluruh platform untuk musiknya. Konsep untuk V I N C E N T muncul saat ia sedang melakukan solo trip ke Los Angeles sebelum 2020. 

“Aku hanya tinggal di satu rumah ini sendirian, mematikan ponselku dan memiliki waktu untuk bisa jauh dari segalanya dan mencari tahu apa yang ingin aku lakukan.”

Ketika kembali ke studio rumahnya di Filipina, tanpa wifi dan di saat sebagian besar dunia sedang melewati masa lockdown, FKJ benar-benar seperti terputus dari dunia dan memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi musik dengan kemungkinan yang tak terbatas. 

"Kadang-kadang aku akan masuk dan mengeksplorasi musik sepanjang malam dan baru tidur ketika matahari terbit." 

Dari kebebasan ini muncul sebuah album ekspresionis dan menyentuh yang tidak terbatas. Tidak lagi bersembunyi di balik ranting daun, seperti yang dia lakukan di sampul album perdananya pada 2017, V I N C E N T menjadi momentum FKJ sebagai musisi dengan suara yang baru. 

Ia mendefinisikan ulang musik chillout dengan sentuhan saxophone jazz dan piano, ditambah dengan vokalnya yang whispery — mengingatkan kita akan karya-karya awal Bon Iver, dan alunan gitar khas Santana.

“V I N C E N T adalah sebuah keajaiban – dan bukti bahwa keajaiban yang bisa terjadi saat kita menggali lebih dalam. Ini adalah album yang menantang," ujar FKJ, “Aku adalah seorang perfeksionis dan sulit untuk bisa melepaskan kendali. Tapi begitu aku melakukannya, dan membiarkan musik mengambil alih, aku merasa benar-benar bebas.” (RO/OL-1)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT