01 March 2022, 14:28 WIB

Tangggapi Invasi, Warner Bros Tangguhkan Perilisan Film di Rusia


Mediaindonesia.com | Hiburan

FP/VALERIE MACON
 FP/VALERIE MACON
Studio film Warner Bros di Hollywood, California, AS.  

Studio besar Hollywood yaitu Warner Bros., akan menangguhkan perilisan film-film mendatangnya di Rusia, sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina dan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Dikutip dari Reuters, Selasa, beberapa film besar dijadwalkan untuk rilis global, salah satunya "The Batman," yang dijadwalkan tayang di Rusia pada 3 Maret sebagai bagian dari peluncuran di seluruh dunia.

Ada pula "Sonic the Hedgehog 2" dari Paramount Pictures yang akan membuat debut globalnya pada 8 April.

WarnerMedia mengatakan akan terus memantau situasi sambil menunggu "resolusi cepat dan damai untuk tragedi ini."

Salah satu publikasi perdagangan Hollywood melaporkan eksekutif studio bergulat dengan pertanyaan Rusia, karena AS dan sekutu Eropanya memberlakukan sanksi ekonomi.

"Jika AS dan sekutunya ingin memisahkan Rusia dari seluruh dunia, lalu bagaimana kami akan melanjutkan dan merilis film kami di sana?" kata seorang eksekutif studio kepada The Hollywood Reporter.

Selain Warner Bros., Disney juga menghentikan perilisan film-film bioskop mendatangnya.

The Walt Disney Co mengatakan bahwa mereka menghentikan rilis film teater di Rusia, dimulai dengan rilis Pixar Animation Studios yang akan datang, "Turning Red."

"Kami akan membuat keputusan bisnis di masa depan berdasarkan situasi yang berkembang," kata Disney dalam sebuah pernyataan.

"Sementara itu, mengingat skala krisis pengungsi yang muncul, kami bekerja dengan mitra LSM kami untuk memberikan bantuan mendesak dan bantuan kemanusiaan lainnya," imbuhnya.

Selama akhir pekan, Akademi Film Ukraina membuat petisi online yang menyerukan boikot internasional terhadap sinema Rusia dan industri film Rusia setelah invasi tersebut.

Rusia adalah pasar yang signifikan bagi Hollywood, menyumbang 601 juta dolar AS di box office pada tahun 2021, atau sekitar 2,8 persen dari penjualan tiket di seluruh dunia, yang mencapai US$21,4 miliar tahun lalu, menurut Comscore. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT