31 December 2021, 20:32 WIB

Cinta Pertama, Kedua, dan Ketiga Film Reflektif Keluarga di Penghujung 2021


mediaindonesia.com | Hiburan

Ist
 Ist
Gala premiere film “Cinta Pertama, Kedua & Ketiga” digelar pada Selasa (28/12) di Epicentrum XXI Jakarta. 

SETELAH sukses dengan film 'Dua Garis Biru’ pada tahun 2019 lalu, maka Starvision dan Wahana Kreator kembali berkolaborasi mempersembahkan film garapan penulis dan sutradara sekaligus produser Gina S. Noer, berjudul “Cinta Pertama, Kedua & Ketiga”.

Gala premiere film “Cinta Pertama, Kedua & Ketiga” digelar pada Selasa (28/12) di Epicentrum XXI Jakarta. 

Ini adalah film kedua Gina S. Noer sebagai sutradara dan penulis skenario setelah kesuksesan “Dua Garis Biru” yang meraih lebih dari 2,5 juta penonton serta memperoleh penghargaan di berbagai ajang penghargaan dan ditayangkan di bioskop internasional.

“Cinta Pertama, Kedua & Ketiga” adalah sebuah film keluarga yang reflektif dan menghangatkan hati untuk menambah semangat kita membuka tahun 2022.

"Film ini adalah surat cinta untuk banyak keluarga yang selalu berusaha mencari bentuk terbaik dalam keadaan tersulit pun. Film ini berusaha mengulik bagaimana keluarga tetap bisa terbentuk di keadaan yang tak ideal," kata Gina S. Noer, peraih penghargaan ganda Penulis Skenario Asli dan Adaptasi Terbaik di Festival Film Indonesia 2019.

"Tentang dua keluarga dengan orang tua tunggal, anak yang mendewasa di rantai sandwich generation, dan yang menjadi pengurus orangtuanya yang sakit. Mereka bertemu di masa pandemi, tetapi tetap bisa "lincah berdansa" dengan hidup untuk menemukan cinta, humor, dan harapan di sana," tutur Gina.

Gina berharap film ini bisa memberi penyegaran atas makna baru tentang keluarga serta relasi antar-anggota keluarganya Chand Parwez Servia,

Direktur Utama Starvision & Produser film “Cinta Pertama, Kedua & Ketiga”, Chand Parwez mengatakan, “karya kolaborasi ini mengajak kita untuk bercermin tentang nilai-nilai cinta dan keluarga. Indah penuturannya tapi bernas pesannya."

"Bagi saya film ini sangat personal sebagai seorang anak laki-laki dari seorang ayah, juga sebagai ayah untuk anak-anak saya. Sebagai film pembuka tahun 2022 “Cinta Pertama, Kedua & Ketiga” diharapkan dapat meningkatkan antusiasme penonton untuk kembali ke bioskop," ujar Chand Parwez.

Kepiawaian Gina S. Noer tidak perlu diragukan lagi dalam menuturkan kisah reflektif namun tetap renyah dan enak ditonton oleh seluruh keluarga.

Film “Dua Garis Biru” yang meraup sukses, baik dari segi jumlah penonton maupun sambutan positif dari kalangan kritikus dan pengamat film, menjadi bukti bahwa Gina S. Noer merupakan sineas perempuan Indonesia yang berbakat dan diperhitungkan.

“Wahana Kreator menyambut baik kolaborasi kedua bersama dengan Starvision untuk mendukung eksplorasi Gina dalam film ini," tambah Salman Aristo, CEO Wahana Kreator.

"Banyak hal yang dipelajari selama proses produksi dan pembuatan film ini yang mudah-mudahan membuat kolaborasi ini semakin solid dan dapat dinikmati oleh seluruh Keluarga Indonesia. Kami selalu percaya cerita yang tulus bisa pemicu semangat di keadaan dunia yang sedang menantang," jelas Salman.

Film ini adalah film yang pertama kali diproduksi pada masa awal pandemi 2020. Ceritanya mengenengahkan kisah Raja (Angga Yunanda) dan Asia (Putri Marino).

Keduanya mewakili anak yang beranjak dewasa dengan beban tanggung jawab mengurus orangtuanya. Haruskah mereka mengalah untuk orangtuanya, dan apakah itu yang terbaik untuk semua sebagai keluarga yang utuh?

“Cinta Pertama, Kedua & Ketiga” adalah tentang perayaan cinta dan keluarga yang penting ditonton segenap keluarga untuk menghangatkan hati.

"Film ini akan memberi dunia perfilman kita energi baru setelah hampir dua tahun didera pandemi Covid-19 yang menyurutkan banyak kegiatan dan ruang gerak kita, melalui film ini kita bisa melihat harapan juga kesempatan kedua selalu ada " tutup Chand Parwez Servia.

Sinopsis Cinta Pertama, kedua, dan Ketiga

Bagaimana cara terbaik merawat keluarga? Di antara anak yang mendewasa dan orang tua yang menua. Ini kisah Dewa (Slamet Rahardjo Djarot) dan Raja (Angga Yunanda), bapak dan anak lelakinya yang sama-sama keras kepala.

Makin dianggap tak memikirkan masa depan oleh Dewa, makin Raja menjauh. Ini kisah Linda (Ira Wibowo) dan Asia (Putri Marino), ibu dan anak perempuannya yang saling setia. Linda merasa jadi beban untuk Asia, putri tunggalnya.

Di sisi lain Asia sudah siap mengabdi untuk ibunya. Ini kisah Dewa dan Linda yang jatuh cinta.

Raja senang, Asia tidak. Perlahan keduanya malah jatuh cinta. Ini kisah dua keluarga yang belajar bahwa saat mencintai harus berdansa dengan hidup agar bersama bisa temukan harapan.

Saksikan “Cinta Pertama, Kedua & Ketiga” sebagai film pembuka tahun yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada Kamis, 6 Januari 2022. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT