17 May 2021, 13:18 WIB

Tesis Karya Nova Riyanti Yusuf Diangkat ke Film


Siswantini Suryandari | Hiburan

MI/Adam Dwi
 MI/Adam Dwi
Nova Riyanti Yusuf 

UNTUK pertama kalinya di Indonesia sebuah cerita film diangkat dari hasil sebuah tesis. Falcon Pictures akan mengangkat sebuah film berdasarkan dari tesis Nova Riyanti Yusuf, psikiater dan pernah menjadi anggota DPR RI.

Nova Riyanti Yusuf akrab disapa NoRiYu ini senang sekali ide penelitiannya tentang bunuh diri diangkat ke layar lebar dan bisa disaksikan secara luas oleh masyarakat.

NoRiYu menjelaskan penelitiannya yang kemudian menjadi tesis berjudul asli Aspek Biopsikososial Tindakan Bunuh Diri Dua Pelukis di Yogyakarta untuk menjadi syarat kelulusan pada Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa di FKUI.

"Penelitian itu menggunakan pendekatan autopsi psikologis saat kedua pelukis sudah wafat. Selain wawancara kualitatif dengan banyak responden, juga saya melakukan penelitian secara etnografis dengan mendatangi studio lukis, galeri, lokasi bunuh diri, warung langganan, dll, juga melakukan triangulasi data dengan menganalisa lukisan karya kedua pelukis dengan bantuan kurator dan psikiater dari University of Melbourne, Dr Eugen Koh," kata NoRiYu dalam keterangan tertulis, Senin (17/5).

Tesis tersebut memang sudah dibukukan dengan judul Jelajah Jiwa Hapus Stigma: Autopsi Psikologis Bunuh Diri Dua Pelukis oleh Penerbit Buku Kompas dan diterbitkan pada 11 Maret 2020. Falcon Pictures ternyata tertarik dengan buku tersebut dan menginginkan hasil tesis tersebut diangkat ke film OTT (over-the-top) secara digital streaming.

"Film bergenre psikologis dengan tindakan bunuh diri sebagai peristiwa sentral rasanya belum pernah diproduksi di Indonesia. Jadi saya ingin saat produksi film ini berlangsung harus sangat berhati-hati. Selain berharap film ini dapat dinikmati masyarakat, juga mampu mengambil peran besar untuk upaya pencegahan bunuh diri di Indonesia," sambungnya.

baca juga: Film

Noriyu dan Falcon Pictures telah menyepakati perjanjian kerja untuk pengalihan hak atas buku karya Noriyu menjadi film digital streaming yang bisa disaksikan di kanal antara lain KlikFilm, Disney HotStar+, dan Netflix. Ia pun akan terlibat sebagai penulis skenario. Untuk urusan menulis skenario film, NoRiYu pernah terlibat menulis skenario untuk film layar lebar Merah Itu Cinta yang mendapatkan 7 nominasi Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2007.

Hasil tesisnya tersebut merupakan buku atau karya ke-13 yang ia hasilkan sejak menerbitkan buku perdananya Mahadewa Mahadewi pada tahun 2003.  

Inisiator RUU Kesehatan Jiwa ini mengungkapkan sejak kecil ia sangat cinta membaca buku, sehingga saat dewasa Noriyu bisa menuangkan ide-idenya dalam buku atau novel karena otaknya sudah terbiasa membaca buku.

Ia mewarisi darah menulis dari pihak ibu. Kakeknya bernama D. Suradji adalah pemilik percetakan dan penerbitan Haruman Hidup, sesepuh PWI, dan seorang Sastrawan Malioboro seperti tercantum dalam buku karya Farida Soemargono berjudul Sastrawan Malioboro: 1945 – 1960 Dunia Jawa dalam Kesusastraan Indonesia.

Bertepatan dengan Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei, Noriyu menyinggung sebuah studi dikeluarkan oleh Microsoft. Disebutkan rata-rata manusia sekarang memiliki attention span (rentang perhatian) delapan detik. Ini merupakan penurunan tajam dari rentang perhatian rata-rata 12 detik pada tahun 2000. Hal ini menyebabkan minat baca juga menurun.

Jika diperhatikan Instagram pakar-pakar termasuk pakar kesehatan terbatas hanya memberikan informasi dengan Carousel sehingga lebih singkat dan padat, untuk menghadapi realita rentang perhatian membaca yang sangat singkat.

"Namun, masih banyak yang berminat membaca berbagai karya dengan beragam cara. Ada yang menggunakan Kindle, ada yang tetap menyukai versi buku aslinya (paperback/hardcopy). Dan saya masih senang membaca dengan buku. Kadang menggunakan Kindle untuk buku-buku yang belum masuk ke Indonesia. Saya menargetkan untuk membaca buku novel/memoar sebanyak 1 buku/bulan. Di peringatan Hari Buku Nasional ini saya mengajak warga Indonesia untuk suka membaca buku dan mari membaca buku karya penulis-penulis Indonesia," ajak NoRiYu. (N-1)

 

BERITA TERKAIT