21 September 2023, 17:47 WIB

Mentan SYL Lepas Ekspor Mangga dan Ayam KUB ke Arab Saudi dan Timor Leste


Dede Susianti | Ekonomi

MI/Dede Susianti
 MI/Dede Susianti
Mentan Syahrul Yasin Limpo (YSL) saat melepas ekspor ayam KUB

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) kembali melakukan ekspor hasil pertanian. Ada dua produk pertanian yang diekspor bersamaan yaitu mangga dan ayam KUB.

Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), si sela acara puncak peringatan satu tahun berdirinya Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) di Lapangan BB Biogen, Komplek BSIP, Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/9).

Untuk mangga yang diekspor jenisnya adalah gedong gincu sebanyak 700 kilogram ke Arab Saudi. Sedangkan untuk ayam KUB sebanyak 5.000 DOC dengan asal negara tujuan Timor Leste.

Baca juga: Replikasi Pertanian CSA, Pemda Purworejo Dorong Kades Manfaatkan Dana Desa

"Bismillahirrahmanirrahim ekspor mangga gedong gincu dan ayam KUB ini saya lepas masing-masing ke Arab Saudi dan Timor Leste," ujar SYL.

Menurut SYL, ekspor kali ini sangat membanggakan karena mangga yang dikirim merupakan hasil petani binaan BSIP Kementan yang sudah melewati proses standarisasi tinggi sehingga mampu menembus pasar luar negeri.

Baca juga: Kementan Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM Jalur Investasi

Apalagi, kata dia, mangga yang dikirim merupakan mangga berkualitas yang sudah terbebas dari lalat buah dan partikel penyakit lainya.

Sementara untuk DOC KUB merupakan ayam kampung unggul yang dilepas kementan melalui SK Mentan No. 768.

"Saya kira peran BSIP ini sangat penting karena berkaitan dengan peningkatan ekspor. Apalagi kita memiliki beberapa komoditas hasil binaan BSIP, diantaranya pisang Kepok tanjung yang juga di ekspor sebanyak 40 ton dengan nilai transaksi US$80.000 ke Malaysia. Ada juga buncis dan selada air sebanyak 467 kilogram dengan nilai ekspor sebesar USD1500," katanya.

SYL mengatakan, Indonesia selama ini memiliki banyak varietas unggul yang perlu dieksplor karena bisa dijadikan produk hilirisasi untuk ekspor. Lebih dari itu Indonesia merupakan negara kaya karena memiliki banyak varietas terbaik di dunia.

"Kita punya banyak macam varietas dan komoditas yang tidak dimiliki dunia yang harus distandarisasi. Kita harus mengakses proses ini untuk industri hilirisasi yang besok memberi pendapatan bagi rakyat," katanya.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengapresiasi kinerja BSIP yang memiliki banyak kontribusi besar terhadap pelayanan standarisasi produk pertanian di Kota Bogor. Baginya, BSIP adalah badan baru yang memudahkan pelaku usaha untuk mengekspor lebih banyak produk hilirisasi.

"Saya mewakili warga bogor menyampaikan terima kasih sudah begitu banyak bantuan kementan terhadap Kota Bogor. Di antaranya ada bantuan alsintan, bantuan kambing, bantuan ayam dan bimtek. Yang paling memiliki banyak manfaat adalah hibah lapangan manunggal seluas 12 hektare," katanya

Kepala BSIP Kementan, Fadjri Djufri mengatakan bahwa selama berdiri BSIP berhasil meningkatkan standar komoditas pertanian Indonesia untuk kebutuhan pasar ekspor.

Selain itu BSIP juga menerima penyerahan 3 SNI dari BSN dan menyelesaikan LSPro yang akan diserahkan ke Komite Akreditasi Nasional (KAN).

"Dalam waktu dekat kita akan segera menyelesaikan LSPro perkebunan, tanaman pangan, peternakan, hortikultura dan LSPro utama kita yaitu LSPro personal sebagai ukuran kekuatan SDM yang kita miliki," jelasnya. (DD/Z-7)

BERITA TERKAIT