07 September 2023, 20:42 WIB

Perlu Kolaborasi Multisektor untuk Tingkatkan Kapasitas SDM Berdaya Saing


Media Indonesia | Ekonomi

Ist
 Ist
Siswa BISA Ruang Vokasi (BRV) sedang melakukan simulasi pelatihan memanfaatkan teknologi virtual reality. Rabu (6/9). 

PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak perusahaan PT Delta Dunia Makmur Tbk. (Delta Dunia Group), menggelar Seminar Edukasi bertema 'Pembelajaran untuk Masa Depan yang Berkelanjutan' dan Ekshibisi 'BISA Ruang Vokasi (BRV) Learning Experience' di Hotel Novotel, Balikpapan, Rabu (6/9).

Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah daerah, pelaku industri tambang dan nontambang, serta lembaga pendidikan dan peserta didik.

Kegiatan ini bertujuan mendorong kolaborasi multi sektor dalam meningkatkan pengembangan karakter dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global dan siap terjun ke dunia industri, khususnya industri pertambangan.

Baca juga: RUPS Delta Dunia Group Setujui Bagi Dividen dan Penerbitan Surat Utang

Komisaris BIRU, Dian Andyasuri, mengatakan, “BIRU adalah anak usaha Delta Dunia Group yang memiliki fokus pada pendidikan vokasi dan pengelolaan daur ulang limbah."

"Kehadiran BIRU sebagai perusahaan sosial inovatif merupakan wujud nyata komitmen environment, social, and governance (ESG) jangka panjang perseroan," jelas Dian dalam keterangan, Kamis (7/9).

Tenaga Kerja Terampil dan Industri

Memahami pentingnya tenaga kerja terampil dan siap diserap oleh industri, BIRU berupaya terus mendorong kolaborasi multi sektor dalam meningkatkan aspek karakter, pengetahuan, serta keterampilan siswa kejuruan agar memenuhi kebutuhan industri.

Baca juga: 2022 Jadi Tahun Terbaik Kinerja PT. Delta Dunia Makmur Tbk

"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendorong sinergi antar sektor, khususnya sektor pendidikan dan industri, dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan tenaga kerja terampil dan berkualitas di Tanah Air,” terang Dian.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada kuartal II tahun 2023 mencapai 6,84% atau meningkat secara signifikan dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu 3,62%. 

Sektor ekstraktif yang menjadi pilar penting bagi perekonomian Kaltim, menyumbang sekitar 40,69% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara keseluruhan.

Sebagai salah satu kota yang terletak di Kaltim, Balikpapan merupakan salah satu kota yang juga mengandalkan sektor pertambangan dan industri.

Peningkatan ekonomi yang signifikan ini melahirkan lebih banyak kebutuhan akan tenaga kerja terampil di sektor pertambangan dan energi.

Baca juga: Delta Dunia Makmur Catatkan Total Pendapatan USD1,554 Miliar dan Naik 71%

Atok Aryanto, Praktisi Pendidikan sekaligus Direktur Kubik Leadership yang menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Edukasi, mengatakan, “Salah satu kunci peningkatan serapan tenaga kerja dalam industri adalah kolaborasi multi sektor mulai dari penggerak ekosistem pendidikan, pelaku industri serta peserta didik."

"Kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran berbasis keterampilan yang efektif, sesuai dengan kebutuhan industri, dan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Atok.

Narasumber lainnya, Indah Shafira Zata Dini, Konsultan Pendidikan, menyatakan, “Pelatihan dan pembelajaran dengan duplikasi lingkungan tempat kerja memainkan peran penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing."

"Duplikasi lingkungan tempat kerja ini tak hanya mampu menciptakan SDM yang adaptif, tapi juga mampu memenuhi kualifikasi kebutuhan industri atau bahkan mampu berkontribusi dalam menciptakan solusi bagi industri terkait,” jelasnya.

Baca juga: Delta Dunia Makmur Umumkan Pembaruan Kontrak dengan Australia Senilai AU$550 Juta

Sementara itu, Nanang Rizal Achyar, Wakil Presiden Direktur PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), yang juga merupakan anak usaha Delta Dunia Group, mengungkapkan, “BIRU, melalui BISA Ruang Vokasi (BRV), berkolaborasi dengan BUMA dan bekerja sama dengan sejumlah SMK dan pemain industri untuk mengatasi kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja industri dan kompetensi tenaga kerja, serta membuka akses pelatihan yang inklusif melalui konsep link and match antara Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan dunia pendidikan."

"Kami percaya, kolaborasi ini akan memberikan manfaat luas dan jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Nanang.

BRV merupakan produk pelatihan kompetensi berbasis industri yang bertujuan meningkatkan kapasitas  dan keterampilan lulusan SMK agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Baca juga: BUMA Australia Raih Kontrak Baru USD 222 Juta dengan Bowen Coking Coal

Nantinya, BIRU akan menghadirkan BRV platform, sebuah program e-learning berbasis kompetensi industri yang diperkuat dengan pendekatan virtual reality dalam praktik pembelajaran.

Platform yang dapat diakses secara daring ini akan memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam sekaligus meningkatkan literasi digital melalui berbagai modul dan pemanfaatan perlengkapan multimedia yang interaktif, seperti video dan simulasi virtual.

Lulusan BRV akan mendapatkan sertifikat berstandar nasional (BNSP) yang mendukung kesesuaian lulusan siswa dengan kebutuhan industri yang semakin meningkat. 

Ke depannya, BIRU akan terus mengembangkan program peningkatan kompetensi SDM dan memperluas jangkauan ke sektor-sektor lainnya yang membutuhkan tenaga kerja vokasi siap kerja, seperti program pilot yang sedang digarap untuk sektor pariwisata dan perhotelan.

Selain itu, BIRU juga akan memperkuat kompetensi pembelajaran dengan program Bahasa Inggris, apprenticeship atau pelatihan praktis, keduanya bersertifikasi internasional. (RO/S-4)

 

BERITA TERKAIT