26 May 2023, 10:50 WIB

Pemanfaatan Credit Scoring dan AI Tingkatkan Layanan Pembiayaan Berkelanjutan BPR dan BPRS


mediaindonesia.com | Ekonomi

dok: CBI
 dok: CBI
Seminar Pemberdayaan Credit Scoring dan AI Technology untuk perluasan produk dan layanan perbankan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 1  DKI Jakarta dan Banten (KR01), Roberto Akyuwen mengungkapkan perkembangan kredit Bank Perkreditan Rakat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Jakarta dan Banten yang mencatatkan rasio kredit bermasalah melebihi threshold 5% sebagai akibat dampak pandemi Covid-19 sejak tahun 2020.

Oleh karena itu, kata dia, BPR/BPRS dituntut agar semakin efisien dalam menjalankan proses bisnis. “Digitalisasi menjadi salah satu fokus OJK KR01 dalam pengembangan industri BPR/BPRS yang terus dihadapkan pada peningkatan persaingan usaha,” ujar dia dalam seminar bertajuk “Pemberdayaan Credit Scoring dan AI Technology untuk perluasan produk dan layanan perbankan guna mewujudkan pembiayaan berkelanjutan BPR dan BPRS” di Tangerang, Banten, Rabu (24/5).

Seminar yang diselenggarakan oleh Credit Bureau Indonesia (CBI), selain dihadiri oleh BPR/BPRS Regional 1 Jakarta dan Banten, juga dihadiri oleh Ricardo Simatupang selaku Ketua DPD Perbarindo DKI Jakarta Jaya dan sekitarnya.

Roberto berharap penerapan Artificial Intelligence (AI) dan pemanfaatan Credit Scoring untuk analisis pengajuan kredit dari CBI yang merupakan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) diharapkan dapat mengakselerasi digitalisasi kegiatan usaha BPR/BPRS sebagaimana tertuang secara khusus dalam Pilar 2 Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia, “Akselerasi Transformasi Digital”.

Dalam sosialisasi Market Conduct untuk BPR/BPRS Regional 1, Bernard Widjaja Kepala Departemen Market Conduct OJK menyampaikan penggunaan teknologi dibutuhkan dalam melakukan pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan mengingat data dan informasi mengenai perilaku kurang efisien dan optimal apabila dianalisis secara manual, misalnya penggunaan teknologi AI dan atau machine learning dalam memantau penawaran produk dan layanan jasa keuangan melalui media (iklan).

Sejalan dengan program Akselerasi Transformasi Digital BPR/BPRS yang diupayakan OJK, Agus Subekti selaku Direktur Utama CBI menambahkan optimalisasi pemanfaatan informasi perkreditan dan teknologi sudah urgent bagi BPR/BPRS. Optimalisasi pemanfaatan informasi perkreditan dan teknologi telah terbukti berdampak pada peningkatan efisiensi, akurasi, objektivitas, konsistensi dan  layanan penyaluran kredit.

“Kami telah mengidentifikasi beberapa kendala (pain point) yang dialami BPR/BPRS pada saat melaksanakan transformasi, maka dalam kesempatan ini kami akan menyampaikan tentang infrastruktur teknologi dan informasi perkreditan yang kami bangun khusus untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi BPR/BPRS selama ini” kata Agus dalam sambutannya. (RO/M-3)

BERITA TERKAIT