16 May 2023, 17:32 WIB

Pemerintah Raup Rp15 Triliun dari Lelang Tujuh Surat Utang


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
Surat Utang Negara (SUN) Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR005.

PEMERINTAH meraup Rp15 triliun dari hasil lelang tujuh Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (16/5). Dana tersebut diambil dari total penawaran yang masuk sebesar Rp65,44 triliun.

Tujuh SUN yang dilelang tersebut yakni, seri SPN12230818 (reopening), SPN12240201 (reopening), FR0095 (reopening), FR0096 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0089 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

"Dengan mempertimbangkan yield Surat Berharga Negara (SBN) yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2023, dan kondisi APBN terkini, Pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp15 triliun pada lelang hari ini," ujar Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan melalui keterangannya.

Baca juga: Gandeng BMW Tunas dan Hustle, Moduit Pasarkan Sukuk Tabungan ST010

Dia menjelaskan, kondisi pasar global cenderung stabil dipengaruhi oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang cenderung menurun. Hal itu meningkatkan ekspektasi investor bahwa The Fed akan mulai _dovish_ pada akhir triwulan III tahun 2023.

Minat Investor Meningkat

Kondisi tersebut mendorong peningkatan minat investor pada lelang SUN hari ini. Incoming bids hari ini sebesar Rp65,45 triliun, naik dari Rp44,99 triliun dibanding lelang sebelumnya.

Baca juga: Obligasi Korporasi Baru Menarik, Setelah Suku Bunga Melandai

Selain itu, kondisi perekonomian domestik cukup positif, antara lain neraca perdagangan Indonesia bulan April 2023 yang mencatat surplus US$3.94 miliar, lebih tinggi dari bulan Maret 2023 US$2.83 miliar dan ekspektasi pasar US$3.38 miliar.

Deni mengatakan, incoming bids investor asing pada lelang SUN hari ini meningkat signifikan menjadi Rp14,1 triliun dari Rp9,66 triliun pada lelang sebelumnya. Jumlah tersebut mayoritas pada seri SUN tenor 15 tahun yaitu Rp6 triliun atau 42,9% dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp1,94 triliun atau 12,93% dari total awarded bids.

"Mayoritas demand investor lelang kali ini pada seri SUN dengan tenor yang lebih panjang yaitu tenor 10 dan 15 tahun dengan total penawaran sebesar Rp38,93 triliun, atau 59,48% dari total incoming bids dan dimenangkan sebesar Rp7,45 triliun, 49,67% dari total awarded bids," jelasnya.

Seiring dengan meningkatnya demand SUN di pasar perdana, lanjut Deni, pemerintah berhasil mendapatkan borrowing cost yang lebih kompetitif yang ditandai dengan turunnya Weighted Average Yield (WAY) pada lelang SUN hari ini sebesar 13 hingga 29 basis poin (bps) apabila dibandingkan dengan level WAY lelang sebelumnya. Penurunan terbesar pada seri SUN tenor 5 tahun yaitu sebesar 29 bps.

(Z-9)

BERITA TERKAIT