07 March 2023, 16:50 WIB

Rupiah Melemah ketika Pasar Nantikan Pernyataan Gubernur The Fed


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Antara/Muhammad Adimaja.
 Antara/Muhammad Adimaja.
Ilustrasi.

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Selasa (7/3) melemah di tengah pasar menantikan pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed Jerome Powell terutama terkait arah kebijakan suku bunga acuan AS. Rupiah pada Selasa ditutup menurun 72 poin atau 0,47% ke posisi 15.367 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 15.295 per dolar AS.

"Rupiah hari ini diperdagangkan melemah terhadap dolar AS seiring dengan aksi wait and see (menunggu dan mencermati) pelaku pasar pada data tenaga kerja dan testimoni The Fed di Kongres besok," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova saat dihubungi di Jakarta, Selasa. Ketua The Fed Jerome Powell Powell akan menyampaikan kesaksian setengah tahunannya di depan Kongres pada Selasa dan Rabu (8/3) yang akan diawasi dengan ketat untuk petunjuk mengenai sejauh mana dan durasi kebijakan moneter ketat Bank Sentral AS yang bertujuan membatasi inflasi.

Pedagang berjangka memperkirakan probabilitas 76% The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 21-22 Maret dan kemungkinan 24% untuk kenaikan 50 basis poin. "Pelaku pasar memperkirakan The Fed masih akan hawkish terhadap kebijakan moneternya dengan kembali menaikkan suku bunga 25 bps pada pertemuan di akhir Maret nanti," ujar Rully. Selain itu, laporan ketenagakerjaan AS Februari diharapkan pada Jumat (10/3) dan setiap pelunakan di pasar pekerjaan yang kuat akan dilihat sebagai tanda bahwa kenaikan suku bunga Fed memiliki efek yang diinginkan.

Baca juga: 123,8 Juta Orang Diprediksi akan Mudik Lebaran 2023

Dari dalam negeri, data cadangan devisa Indonesia masih pada tren peningkatan tetapi belum bisa menahan pelemahan rupiah. Cadangan devisa pada Februari 2023 mencapai US$140,3 miliar atau meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Januari 2023 sebesar US$139,4 miliar. Peningkatan posisi cadangan devisa pada Februari 2023 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. 

Rupiah pada pagi hari dibuka merosot ke posisi 15.345 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 15.344 per dolar AS hingga 15.369 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa tergelincir ke posisi 15.359 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya 15.301 per dolar AS. (Ant/Z-2)

BERITA TERKAIT