20 January 2023, 21:07 WIB

Berawal dari Keluhan soal Tidur, Jasa Perbaikan Matras ini Kini Merambah hingga Perhotelan


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Founder Dormire Franzeska E. P Witthle

KELUHAN mengenai sakit punggung akibat matras atau kasur sering didengar oleh Franzeska E.P Whittle dari keluarganya. Tak disangka dari keluhan itu, Franzeska justru sukses membangun PT Naluri Insan Mandiri yang melahirkan jenama Dormire sebagai usaha perbaikan matras dan furnitur rumah tangga sejak 2019.

Usaha itu terus berkembang hingga akhirnya Dormire dipercaya menangani perbaikan matras bukan hanya untuk rumah tangga, tapi hingga perkantoran, rumah sakit, hingga perhotelan serta restoran.

"Awalnya hampir seluruh keluarga saya memiliki sejarah serta keluhan penyakit punggung yang sangat mengganggu kualitas tidur. Dengan keluhan sakit punggung ini, keluarga saya selalu berganti-ganti kasur tetapi bingung mau di apakan kasur yang lama, karena jujur tidak ada tempat dan siapa yang mau menampung," ujar Franzeska.

Setelah bertemu dengan teman lamanya yang juga memiliki keluhan yang sama, Franzeska kemudian melihat adanya peluang besar untuk membuka perusahaan yang mengedepankan kualitas serta jasa pelayanan bagi customer dalam kebutuhan akan matras yang nyaman dan sehat. 

"Saya terinspirasi untuk memperkenalkan dan memasarkan kasur lama yang sudah di modif dan di perbaiki untuk orang yang memiliki keluhan sakit punggung, yang awalnya saya pasarkan ke relasi dan keluarga," jelasnya.

Baca juga : Gema Teknologi Cahaya Gemilang Raih Penghargaan di ACES Awards 2022

Lewat usaha itu, Franzeska memberikan solusi kepada orang-orang yang memiliki keluhan sakit punggung tanpa harus membeli matras yang baru dan lebih mahal, selain itu Dormire juga membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar workshop,

'Kami juga jadi ada andil dalam menjaga kelestarian lingkungan, karena kasur-kasur yang sudah rusak akibat banjir atau rusak karena penggunaan yang sudah lama, dapat kami perbaiki dan bisa digunakan kembali, jadi tidak ada lagi sampah kasur dipinggiran kali," paparnya  

Ada beberapa program atau paket yang ditawarkan Dormire, diantaranya program trade-in, yakni customer dapat lakukan tukar tambah yang dihargai sekitar Rp750 ribu-2 juta tergantung dari kondisi matras, untuk spring bed, natural latex maupun orthopaedic bed serta Program disc diberikan untuk special natural latex dan orthopaedic dengan garansi 5-10 tahun. 

Untuk jasa dan bahan perbaikan matras yang di tawarkan oleh Dormire mulai dari biaya service springs bed Rp850 ribi dan untuk latex maupun orthopedic dengan kualitas yang tinggi seperti jenama (merek) ternama bisa separuh harga dari harga retail resmi. 

"Selain menjual produk Dormire kami juga melayani perbaikan sofa, kursi, meja makan furniture kayu jati, dan lainnya. Jadi ketika ada kerusakan misalnya busa sofanya mulai menipis dapat kami ganti dengan jenis latex yang baru dan empuk serta tebal , pada bagian luarnya dapat diganti dengan fabric leather atau synthetic leather yang dapat disesuaikan keinginan dari para customer kami, lalu menggantikan dan memperbaiki kaki sofa yang patah agar terlihat seperti yang baru," ujar Franzeska.

"Harapan kami dengan adanya Dormire ini kami dapat memberikan solusi dalam memberikan kenyamanan pada saat tidur tanpa merasakan nyeri punggung lagi tanpa harus membeli matras yang baru namun mahal dan kami  dapat memberikan  kualitas pelayanan yang terbaik untuk customer kami dengan memberikan sesuatu yang mereka inginkan dan butuhkan," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT