06 December 2022, 17:41 WIB

Pegang Keketuaan ASEAN, Indonesia Dorong Percepatan Ekonomi Digital


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MI/Seno
 MI/Seno
Ilustrasi

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Indonesia mendorong percepatan transformasi ekonomi digital di kawasan ASEAN. Misi itu akan menjadi agenda utama yang diusung saat memegang keketuaan ASEAN tahun depan.

"Indonesia akan memegang keketuaan ASEAN dan yang kita targetkan adalah digital economy framework agreement," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Transaksi Pemda dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Pengelolaan Keuangan Daerah yang Lebih Akuntabel, Selasa (6/12).

Airlangga menambahkan, diusungnya agenda transformasi ekonomi digital itu turut melanjutkan apa yang telah dituangkan Indonesia saat menjadi Presidensi dalam forum G-20. Isu tersebut dinilai penting karena perkembangannya terus terjadi dan potensi itu harus bisa ditangkap serta dioptimalisasi.

Terlebih, sejak pandemi covid-19 melanda dunia, akselerasi teknologi digital seolah tak terbendung. Indonesia, misalnya, yang semula ditargetkan bakal memiliki nilai ekonomi digital sebesar US$250 miliar di 2025 justru realisasinya jauh lebih dini.

"Ini ditarik ke depan. Tahun ini diperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia sudah mencapai US$220 miliar. Jadi percepatan digitalisasi itu menjadi penting," terang Airlangga.

Upaya pemerintah mempercepat transformasi digital sedianya didukung oleh Bank Indonesia. Dalam forum G-20, bank sentral mampu menghasilkan kesepakatan dengan empat negara ASEAN lain terkait pembayaran digital lintas batas.

"Inisiatif untuk mendorong percepatan transformasi ekonomi digital itu diharapkan dapat menular kepada tiap-tiap pemerintah daerah di Indonesia. Sejauh ini apa yang telah dilakukan pemda diapresiasi lantaran pendapatan asli daerah (PAD) mengalami kenaikan 11,41% akibat adanya elektronifikasi transaksi.

"Kami juga mengapresiasi P2DD (Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) bersama timnya sudah on track mencapai target di 2021 dan 2022. Di 2023, P2DD menargetkan 65% pemda masuk dalam kategori digital dan dengan ini saya berharap dukungan gubernur, bupati, wali kota, dan P2DD menjadi besar," pungkas Airlangga. (OL-8)

BERITA TERKAIT