06 December 2022, 10:35 WIB

Gedung Pusat Manufaktur Indonesia Siap Dibangun di Purwakarta


Reza Sunarya | Ekonomi

MI/Reza Sunarya
 MI/Reza Sunarya
Groundbreaking Pembangunan Gedung Utama Indonesia Manufacturing Centre (IMC), oleh Menperin Agus Gumilang Kartasasmita, didamping Bupati Ann

GEDUNG Utama Indonesia Manufacturing Centre (IMC) atau Gedung Pusat Manufaktur Indonesia akan dibangun di Kabupaten Purwakarta. Gedung IMC akan berdiri diatas lahan total 11 sektar di kawasan Citeko, Prered Purwakarta, Jawa Barat.

Groundbreaking Pembangunan Gedung Utama Indonesia Manufacturing Centre (IMC), dihadiri  Menteri Perindustrian Agus Gumilang Kartasasmita, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Staf Khusus Menteri ESDM Agus Tjahajana, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Senin (5/12).

Menperin Agus Gumilang Kartasasmita mengatakan, dari IMC ini diharapakan akan ada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan teknologi.

"Dari total 11 hektar, yang 2 hektar pertama ini baru saja dilakukan groundbreaking, ini merupakan program yang didanai oleh APBN dan nanti ada program berikutnya paralel sekitar 9 hektar yang akan bekerjasama dengan berbagai pihak yang khususnya pihak-pihak dari negara-negara yang negaranya relatif sudah memiliki kemampuan industri kemampuan teknologi yang cukup tinggi, seperti Korea Selatan dan Jepang," ucap Agus Gumilang Kartasasmita.

Agus Gumilang berharap IMC nantinya menjadi ikon nasional dalam industri manufacturing dan dapat membantu mengembangkan industri permesinan nasional yang tentu saja juga akan membantu perekonomian daerah di Plered maupun di Purwakarta khususnya dan Jawa Barat umumnya.

Sementara Menkop dan UMKM Teten Masduki, mengapresiasi langkah Kementerian Perindustrian karena akan membangun IMC di Purwakarta. "Ini salah satu pondasi yang sangat penting untuk mendorong kita, terutama mendukung kebijakan substitusi impor dan juga untuk mendorong produktivitas dari UMKM. Hal ini sesuai dengan arahan Pak Presiden supaya UMKM itu menjadi bagian daripada industri, dan mereka sudah harus mulai meningkatkan kualitas produknya yang berbasis inovasi berbasis kreativitas," kata Teten.

Menurutnya, dengan dukungan permesinan di IMC ini akan memudahkan para pelaku UMKM untuk mengakses membeli permesinan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produksinya.

"Karena kita masih punya problem dengan UMKM yang jumlahnya banyak tetapi produktivitasnya rendah dan produknya berteknologi rendah. Jadi dengan dukungan ini saya kira kedepan akan ada lonjakan ekonomi yang luar biasa," ujar Teten Masduki.

Dalam kesempatan itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyampaikan terimakasih dan merasa bangga karena Kementerian Perindustrian Republik Indonesia telah menunjuk Kabupaten Purwakarta menjadi pusat Industri Manufaktur. Manufaktur adalah tentang bagaimana suatu produk dibuat, dari ide, desain, proses pembuatan, hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

"Pembangunan gedung utama IMC ini akan dilakukan secara bertahap, yang pada tahap pertama ini seluas dua hektar dan untuk tahap selanjutnya akan dibangun seluas sembilan hektar," kata Anne.

Kabupaten Purwakarta, ujar Anne, mempunyai potensi gerabah keramik yang sudah mendunia yakni sudah dapat mengekspor ke 11 negara. Dengan adanya dukungan secara teknologi, dengan hadirnya IMC ini, semoga dapat mendorong juga produktivitas yang bersumber dari tanah liat termasuk gerabah keramik.

"Diharapkan dengan adanya fasilitas pusat manufaktur yang akan diwujudkan di Kabupaten Purwakarta dapat memberikan dampak positif dalam upaya mendorong produksivitas UMKM yang ada di Kabupaten Purwakarta, serta dapat berkontribusi baik secara lokal, nasional dan internasional," Kata Anne. (OL-13)

Baca Juga: KKP: Kepulauan Widi tidak Diperjualbelikan, Apalagi Jatuh ke Asing

BERITA TERKAIT