04 December 2022, 14:25 WIB

Open Finance Dianggap Jadi Masa depan Fintech


Gana Buana  | Ekonomi

AFP
 AFP
Ilustrasi transaksi fintech. 

KEHADIRAN Open Finance menjadi sebuah keniscayaan untuk mendukung fintech agar tetap relevan dengan kondisi industri dan kebutuhan masyarakat. Penyedia layanan Open Finance di Indonesia, Brankas,meyakini bahwa open finance akan menjadi masa depan bagi industri fintech di Indonesia.

“Open Finance memiliki peran yang strategis bagi fintech untuk mengoptimalkan berbagai peluang di pasar, termasuk mewujudkan berbagai layanan yang sangat dipersonalisasi pada kebutuhan konsumen bahkan ke konsumen underbanked dan unbanked,” ungkap Country Manager Brankas di Indonesia Husnu Fuad dalam keterangan resmi yang diterima. 

Baca juga: Resesi Dunia Dinilai Bisa Jadi Peluang bagi Indonesia

Saat ini, perkembangan Open Finance di Indonesia masih berada pada tahap awal. Karena itu, Brankas berharap bahwa Indonesia dapat mengikuti jejak Inggris dalam penerapan open finance yang telah mampu membantu pelaku industri keuangan dalam membuka akses keuangan secara merata bagi masyarakat.

Pada Juni 2022, jumlah pengguna aktif open finance di Inggris telah mencapai 6 juta dengan jumlah penyedia pihak ketiga sebanyak 128. Penggunaan application programming interface (API) bahkan telah bertumbuh dari 15 juta panggilan API perhari pada 2020 menjadi 33 juta panggilan API perhari pada tahun 2022.

“Tentunya ada strategi yang harus diterapkan, seperti memiliki standar kemanan yang ketat, meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan customer experience, serta mampu memberikan skor kredit yang akurat,” tandas dia. (OL-6)

BERITA TERKAIT